Padang  

Sumbar Disebut Berperan Strategis Terhadap Ketahanan Nasional

PADANG – Gubernur yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Jefrinal Arifin, membuka secara resmi Dialog Kebangsaan dengan tema ‘Peran Strategis Sumatera Barat dalam Penguatan Demokrasi untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional’, di Hotel Santika Premiere, Kota Padang, Jumat (25/11/2022).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, didampingi Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI, Prof. Dr, Ir. Reni Maryeni, MP, Anggota DPRD Sumbar sekaligus sebagai inisiator Dialog Kebangsaan Zulkenedi Said, Kaban Kesbangpol Sumbar serta pejabat lainnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Jefrinal menyampaikan masyarakat Minangkabau telah mengenal dan menerapkan sistem demokrasi sejak berabad-abad yang lalu. Oleh karena itu merupakan hal yang wajar ketika revolusi berakhir, daerah ini dengan cepat menangkap kembali spirit demokrasi yang telah sekian lama terpasung di bawah rezim kolonial.

Masyarakat Minangkabau, mempedomani falsafah ”Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” yang dalam
implementasinya dijadikan landasan bertingkah laku dan berbicara. Kondisi sosial masyarakat Minangkabau yang hingga saat ini cenderung kondusif dan tidak meletup-letup dalam menjelaskan keinginan dan pendapat adalah modal utama daerah ini untuk memajukan pembangunan di daerah khususnya dan pembangunan nasional umumnya.

“Hal inilah yang membuat Sumatera Barat pada masa lalu banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional yang memiliki peranan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Banyak tokoh-tokoh dari Sumatera Barat seperti Tan Malaka, Agus Salim, St. Syahrir, M. Natsir, Bung Hatta dan lain-lain merupakan Founding Fathers bangsa Indonesia,” ujar Jefrinal.

Sejarah juga telah membuktikan bahwa Sumatera Barat juga pernah menjadi Pusat Pemerintahan, atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, (PDRI) tanggal 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949.

“Bercermin dari sejarah, tekad warga Sumatera Barat untuk membina keberagaman dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesai sudah tertanam sejak dahulu. Sumatera Barat mempunyai peran strategis dalam membangun eksistensi demokrasi serta menjaga ketahanan untuk mencapai cita-cita bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tambah Jefrinal.