Sudah Cukup Korban Berjatuhaan

  • Whatsapp
Calon Wakil Presiden No Urut 02, Sandiaga Uno, memantau penghitungan suara di PKK Kota Tangah dalam kinjungannya ke Padang Rabu (1/5) Deri

 

PADANG-Calon Wakil Presiden RI 02, Sandiago Uno, setiba di Padang langsung mengunjungi dan memantau panitia pemilihan kecamatan (PPK), Koto Tangah, Rabu (1/5).

Bacaan Lainnya

Di sana, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini didampingi Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Sekretaris Gerindra Sumbar, Desrio Putra berikut dengan partai koalisi Indonesia adil makmur.

Setiba di PPK Koto Tangah, Sandiaho Uno melihat proses penghitungan suara. Tak ayal petugas PPK Koto Tangah dan masyarakat setempat memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto dengan Sandiago Uno.

“Terima kasih para relawan di Koto Tangah yang masih bekerja keras untuk menciptakan pemilu jujur dan adil. Jangan lupa jaga kesehatan. Sudah cukup korban berjatuhan,” kata Sandi.

Sandi mengatakan, sekarang sudah sampai 300 lebih dari petugas, saksi dan relawan yang sudah dirawat. Ini sesuatu sangat memberikan kekhawatiran.

“Saya juga ingin memastikan prosez di sini dapat berjalan jujur dan adil,” ujar Sandi.

Sebagaimana diberitakan, Sandiaga Uno, bersyukur terhadap pengakuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi perihal adanya kecurangan dalam pemilu 2019.

Jokowi sebelumnya menyesalkan adanya istilah terstruktur, masif, dan sistematis (TSM) soal kecurangan pemilu 2019. Namun, Jokowi menilai kalau pun ada kecurangan, hal itu sifatnya kasuistis.

“Ya alhamdulillah, dia (Joko Widodo- Red) sudah mengakui ada kecurangan,” ujarnya. Meski begitu, eks wakil gubernur DKI ini berpendapat, kasuistis atau tidaknya kecurangan perlu dibuktikan menggunakan pendekatan hukum oleh pihak yang berwenang.

Di saat yang bersamaan, Sandiaga juga menyampatkan diri masuk dalam gedung tempat proses penghitungan suara hasil pemilihan pemilu 2019 di PPK Koto Tengah di lantai satu dan dua. Dia bersama Prabowo Subianto juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada relawan atas ketulusannya. deri

Pos terkait