PADANG — Sampai saat ini dua jemaah haji Embarkasi Padang dilaporkan wafat di Madinah.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua jemaah kita. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Kakanwil Kemenhaj, M. Rifki, Senin (4/5).
Dua jemaah tersebut yakni Tukiman Sadi Kromo Karso (54) asal Bengkulu yang wafat pada 29 April 2026, serta Yunilis Muin (73) asal Kota Bukittinggi yang wafat pada 2 Mei 2026. Keduanya dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.
Rifki mengimbau jemaah lainnya untuk menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci dan tidak memaksakan aktivitas di luar kemampuan fisik.
“Fokus beribadah, jaga kondisi tubuh, dan kurangi aktivitas yang tidak mendesak,” pesannya.
Kloter 10
PPIH Embarkasi Padang kembali memberangkatkan jemaah haji ke Tanah Suci. Hingga Kloter 10, sebanyak 3.913 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Arab Saudi dari total 5.402 jemaah yang tergabung dalam 14 kloter.
Kloter 10 diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Madinah dengan dengan pesawat Garuda Indonesia B-777-300ER dengan nomor penerbangan GIA 3510 Senin (4/5/2026) pukul 20.45 WIB.
Keberangkatan Kloter 10 dilepas Kakanwil Kemenhaj, M. Rifki, Kepala Biro Kesra Prov, Efi Dharmas bersama Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi, Bupati Pasaman Barat Yulianto, serta jajaran Kakan Kemenhaj Pasaman dan Pasaman Barat.
M. Rifki menjelaskan, 393 jemaah kloter 10 ini berasal dari Kabupaten Pasaman Barat 194 orang dan Pasaman 193 orang didampingi 4 perugas kloter dan 2 Petugas Haji Daerah. Tercatat 90 orang jemaah lanjut usia.
“Jemaah tertua Animar Alwi Ahmad berusia 84 tahun dan jemaah termuda Muhammad Yazid Jaerza sebagai termuda berusia 17 tahun keduanya berasal dari Pasaman Barat,” ujarnya.
Rifki menegaskan, penyelenggaraan haji tahun ini terus mengedepankan layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan melalui skema One Stop Service (OSS).
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat Adel Wahidi turut mengapresiasi pelayanan di Embarkasi Padang. Menurutnya, layanan yang diberikan kepada jemaah merupakan praktik baik dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
“Pelayanan yang diberikan cepat, terukur, dan berpihak pada kebutuhan jemaah, terutama lansia,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Embarkasi Padang tahun 2026 melayani 5.402 jemaah, terdiri dari 3.992 jemaah asal Sumatera Barat, 1.354 jemaah asal Bengkulu, serta 56 petugas kloter. (r)












