Strategi PT Semen Padang Tekan Risiko Bencana Melalui Mitigasi Perubahan Iklim

PADANG – Kerusakan lingkungan akibat pemanasan global kian nyata dan memicu berbagai bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Menyadari ancaman tersebut, PT Semen Padang mengambil langkah preventif dengan terlibat dalam aksi penanaman pohon massal pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Aksi nyata ini menjadi bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim guna meminimalisir risiko bencana banjir dan tanah longsor.

Pemilihan Hutan Kota Malvinas di Sempadan Batang Kuranji, Kota Padang, sebagai lokasi utama penanaman 1.000 pohon dinilai sangat strategis. Sempadan sungai merupakan area kritis yang berfungsi sebagai sabuk hijau penahan laju erosi dan pengatur debit air. Kehadiran tim manajemen PT Semen Padang di lapangan mengonfirmasi bahwa korporasi mendukung penuh penguatan ekosistem wilayah aliran sungai (WAS) tersebut.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, dalam pidatonya mengingatkan kembali rentetan bencana alam yang melanda wilayah Sumbar dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Gubernur, mitigasi bencana harus diubah menjadi karakter harian masyarakat dan tidak bisa ditunda lagi. Sinergi dari perusahaan besar seperti PT Semen Padang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan kawasan-kawasan rawan erosi di perkotaan.

Baca Juga  Pjs Bupati Solok Apresiasi PT Semen Padang Sebagai Mitra dalam Menangani Stunting

Pihak Dinas Lingkungan Hidup Sumbar mengonfirmasi bahwa 1.000 bibit pohon yang ditanam didapatkan dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk donasi dari PT Semen Padang. Pohon-pohon yang ditanam diproyeksikan mampu memperkuat struktur tanah di sekitar Batang Kuranji. Sifat akar pohon yang mengikat air dinilai akan menjadi benteng alami dalam mereduksi potensi banjir luapan saat curah hujan tinggi.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa aspek keberlanjutan lingkungan hidup telah melekat erat dalam operasional industri mereka. Menghadapi tantangan perubahan iklim global, perusahaan secara berkala menjalankan inisiatif hijau terpadu. Rehabilitasi lahan pascatambang, konservasi keanekaragaman hayati, hingga penanaman pohon di area publik menjadi fokus mitigasi yang konsisten dilakukan.

Win juga menyebutkan bahwa keterlibatan aktif dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup ini mempertegas peran perusahaan sebagai korporasi yang tanggap bencana. PT Semen Padang memandang isu iklim sebagai tantangan bersama yang membutuhkan penanganan dari hulu ke hilir. Aksi penanaman pohon dinilai efektif meningkatkan fungsi resapan air tanah guna menjaga stabilitas hidrologi daerah sekitar.

Baca Juga  Belum juga Berjalan Maksimal Pelaksanaan PSBB Sumbar Bakal Diperpanjang

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, yang hadir di lokasi menambahkan bahwa pelestarian lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk keselamatan ekosistem. Melalui penanaman pohon, perusahaan berupaya mereduksi jejak karbon sekaligus memperbaiki kualitas udara di Kota Padang. Langkah kecil ini jika dilakukan secara kolektif diyakini mampu memberi dampak signifikan bagi iklim mikro regional.

Dengan mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini menjadi momentum krusial bagi seluruh pemangku kepentingan. PT Semen Padang berkomitmen untuk tidak berhenti pada aksi seremonial ini saja. Perusahaan siap mengawal pertumbuhan bibit yang telah ditanam agar benar-benar tumbuh optimal dan memberikan proteksi lingkungan yang maksimal. (*)