Solar Langka, Mesin Bajak pun tak Beroperasi

Antrean angkutan menunggu BBM solar di sebuah SPBU di Batusangkar. (yusnaldi)

BATUSANGKAR – Kelangkaan BBM solar masih terjadi di Tanah Datar dan menjadi pemandangan tak mengenakan tiap harinya.

Di tiga SPBU dalam kota Batusangkar antrean Panjang dan mengular memadati jalan raya akibat terbatasnya stok, demikian pajak pun tak beroperasi.

Untuk ini pun, Pemkab Tanah Datar mengirim surat permintaan tambahan kouta Bahan Bakar Minyak (BBM) bio solar ke Pertamina.

Menurut Bupati, permintaan tambahan kuota itu mengantisipasi kelangkaan BBM agar dapat memfasilitasi petani yang khususnya operator bajak sawah (Opah). Kelangkaan Bahan Bakar(BBM) jenis solar akan pengaruhi program unggulan pemerintah daerah bajak sawah gratis.

Baca Juga  BLK Komunitas Berdiri di Nagari Gurun

“Surat permintaan tambahan kuota BBM bio solar telah dikirim untuk mengatasi kelangkaan BBM Solar agar petani mudah mendapatkan BBM Solar,” ujar Eka Putra saat audensi dengan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) di IndoJelito kemarin.

Saat itu, Salah seorang PPS dari Guguak Malalo, Kasmir juga mengkuatirkan hal itu dan mempertanyakan sama bupati.

“Kami sangat sulit mendapatkan solar subsidi, dikarenakan tempat nya jauh dari SPBU, kalau seandainya tidak ada campur tangan bupati dalam hal ini, sangat sulit rasanya untuk mendapatkan solar subsidi dalam rangka menyukseskan bajak sawah gratis ini, “kata Kasmir. (ydi)

Baca Juga  Guru Agama Islam Sekolah Umum di Tanah Datar Disertifikasi