Agam  

SMAN 1 Canduang Gelar Festival Silek Tradisional Tingkat Sumbar

Ketua KAN Nagari Lasi memasangkan deta kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, pada acara festival silek tradisional Minangkabau di SMAN 1 Canduang. (Maswir Chaniago)

CANDUANG – Upaya melestarikan silek sebagai bagian dari warisan budaya Minangkabau terus dilakukan. Salah satunya melalui Festival Silek Tradisional Minangkabau 2026 tingkat SMA/SMK se-Sumatera Barat yang digelar SMAN 1 Canduang, Kabupaten Agam, Kamis (27/8).

Festival tersebut dibuka Wakil Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, S.Pd., M.Pd. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Willia Zuwerni, S.Pd., M.Si., Bupati Agam yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Taslim, Ketua Harian IPSI Sumatera Barat Drs. H. Martias Wanto, MM., Datuak Maruhun, Camat Canduang beserta Forkopimca, wali nagari se-Kecamatan Canduang, kepala SMA di jajaran Cabdin Wilayah I, KAN, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Habibul Fuadi, mengatakan silek menjadi salah satu agenda unggulan Dinas Pendidikan Sumbar. Selain silek, program unggulan lainnya adalah wirid kolaborasi dan tahfidz yang diterapkan pada SMA, SMK, dan SLB.

Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menggali kembali budaya tradisional Minangkabau.

“Festival ini merupakan sarana bagi generasi muda untuk menyuguhkan yang terbaik dari apa yang sudah mereka miliki. Sudah banyak lahir pandeka muda di Sumatera Barat. Melalui ajang ini mereka dapat menampilkan kemampuan terbaik dalam membawakan silek tradisional Minangkabau,” ujarnya.

Baca Juga  Dua Pengedar Uang Palsu Asal Riau Ditangkap di Pasar Ahad Agam

Ia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain di Sumatera Barat untuk turut mengembangkan dan melestarikan silek tradisional.

Habibul juga menyampaikan, Dinas Pendidikan Sumbar tengah menyiapkan program pembelajaran petatah-petitih dan pasambahan bagi generasi muda di sekolah.

Menurutnya, kemampuan tersebut nantinya dapat menjadi bekal bagi siswa untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan adat di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Dengan pembelajaran pasambahan, ketika ada kegiatan di tempat siswa tinggal, mereka sudah memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam acara adat maupun kegiatan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Agam melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Taslim, mengapresiasi pelaksanaan Festival Silek Tradisional Minangkabau yang digelar SMAN 1 Canduang.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan budaya tradisional, khususnya silek, sekaligus membentuk karakter generasi muda.

“Melalui silat akan terbina karakter generasi muda yang lebih baik sebagaimana dicita-citakan para leluhur dan nenek moyang. Silek dapat menanamkan nilai religi, disiplin, rasa hormat, persahabatan, dan silaturahmi,” katanya.

Taslim juga mengingatkan para peserta agar tidak hanya mengejar kemenangan dalam pertandingan, tetapi menjadikan festival sebagai ruang untuk membangun persahabatan.

“Pesan kami kepada peserta, raihlah prestasi, tetapi tolong utamakan persahabatan. Langkah nyata SMAN 1 Canduang ini diharapkan dapat terus berlanjut pada masa mendatang,” ujarnya.

Kepada dewan juri, ia berpesan agar memberikan penilaian secara objektif berdasarkan kemampuan dan keterampilan peserta sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Tikus Serang Padi Petani Tanjung Raya

“Utamakan sikap adil dalam memberikan penilaian,” tegasnya.

IPSI Siapkan Festival Silek di Alam Terbuka

Apresiasi juga disampaikan Ketua Harian IPSI Sumatera Barat, Martias Wanto. Ia mengapresiasi keluarga besar SMAN 1 Canduang yang telah bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan festival tersebut.

Martias mengatakan, IPSI Sumbar juga memiliki agenda untuk menggelar Festival Silek Tradisional Minangkabau tingkat sekolah dan umum pada akhir 2026.

“IPSI Sumbar memprogramkan pada akhir 2026 akan melaksanakan festival silek tradisional Minangkabau untuk tingkat sekolah dan umum. Festival nantinya akan dilaksanakan di alam terbuka seperti yang sudah dilakukan SMAN 1 Canduang ini,” ungkapnya.

Menurut Martias, silek tradisional memiliki peran penting dalam mengembangkan silat sebagai olahraga prestasi.

Kepala SMAN 1 Canduang, Herman Novia Rozi, S.Pd., M.Pd., mengatakan festival tersebut mengangkat motto “Bagaluik Sadarok di Ladang Batu”.

Motto itu menggambarkan semangat untuk mengenalkan kembali jati diri generasi muda sekaligus membangun kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Jadilah pemenang dalam pertandingan, tetapi yang lebih penting dapatkan prestasi dalam persahabatan dan silaturahmi,” ujarnya.

Guru SMAN 1 Canduang yang juga merupakan atlet silek Porda dan Porwil, Misdar, mengatakan festival tersebut diikuti 24 pasang peserta, terdiri atas 17 pasang laki-laki dan tujuh pasang perempuan. (mwr)