Siswa SMP 5 Batusangkar Ikuti Penyuluhan Literasi Digital dari Diskominfo

Kadis Kominfo Dedi Tri Widono dihafapan siswa dan guru. (ist)

BATUSANGKAR – Siswa SMP 5 Batusangkar mengikuti penyuluhan literasi digital yang dilaksanakan Diskominfo Tanah Datar, Jumat (6/3).

Penyuluhan ini langsung disampaikan Kadis Kominfo Dedi Tri Widono diikuti juga kepala sekolah dan guru.

Kadis mengatakan literasi digital tidak hanya sebatas kemampuan menggunakan perangkat teknologi seperti ponsel, komputer, atau internet, tetapi juga kemampuan memahami, menilai, dan memanfaatkan informasi yang diperoleh di dunia digital secara tepat.

Siswa diberikan berbagai materi terkait cara cerdas menggunakan internet, mengenali serta menganalisis informasi palsu atau hoaks, hingga pentingnya menjaga keamanan saat beraktivitas di dunia digital. Selain itu, siswa juga diingatkan mengenai berbagai risiko di dunia maya, termasuk potensi terjadinya cyberbullying di media sosial.

Baca Juga  Jamaah Masjid Darul Fallah Jorong Pincuran Gadang Ikuti Tabligh Akbar

Dedi mengingatkan siswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam membagikan informasi pribadi di internet.

“Kita semua harus hati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan terlalu mudah mengunggah data-data pribadi, karena hal tersebut dapat membuka celah terjadinya tindak kriminal. Sebisa mungkin jangan mengumbar informasi yang bersifat pribadi agar terhindar dari tindak kejahatan,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan literasi digital sangat penting bagi pelajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Dengan literasi digital yang baik, siswa dapat memanfaatkan internet sebagai sarana pembelajaran untuk mencari berbagai sumber pengetahuan, mulai dari artikel pendidikan, video pembelajaran, hingga berbagai platform belajar daring yang interaktif.

Baca Juga  Bertemu Alumni K90, Bupati Eka Putra Minta Adanya Dukungan Progul

Ia minta agar pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan selalu berpikir sebelum memposting sesuatu di internet.

“Media sosial itu hanya sekadar hiburan, bukan tempat untuk berkeluh kesah. Ingat, sebelum memposting sesuatu, pikirkan dulu apakah ada nilai manfaatnya. Jangan asal-asalan memposting sesuatu,” ucapnya.

Diharapkannya siswa dapat menjadikan internet sebagai sarana untuk belajar, berkarya, serta meningkatkan pengetahuan di era digital saat ini. (ydi)