Sistem Modern, Jadikan IPC Makin Keren…

oleh
Pelabuhan Teluk Bayur menyimpan potensi wisata luar biasa dengan keindahan lingkungannya. hendri nova
Hendri Nova
Wartawan topsatu.com
“Alhamdulillah, layanan bongkar muat di Teluk Bayur sudah keren, mantap, tak ada lagi waiting list seperti tahun-tahun yang lalu,” kata Ketua Kadin Sumatera Barat (Sumbar), Ramal Saleh, terkait penilaiannya terhadap kinerja Pelabuhan Teluk Bayur saat ini.
Komentarnya ini sangat bertolak belakang pada 2012 lalu. Waktu itu ia belum menjadi Ketua Kadin Sumbar, namun kesibukannya sebagai pengusaha ekspor rempah-rempah ke luar negeri sangat terikat dengan Teluk Bayur.
Di 2012 itu, ia dan rekan-rekan penguasaha lainnya sampai nekat melakukan ekspor melalui Pelabuhan Belawan Medan, karena lamanya proses bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur yang dikelola Indonesia Port Corporation (IPC) atau PT Pelindo II (Persero).
“Bagaimana saya tidak nekat, kalau terlambat batal jual beli dan saya kehilangan relasi,” ujarnya lagi.
Namun sejak dilakukan perubahan besar-besaran di Pelabuhan Teluk Bayur menjelang akhir 2012, perlahan-lahan layanan Pelindo II membaik. Waktu itu R.J  Lino, Dirut PT Pelindo II dikutip dari indonesiaport.co.id, mengatakan pembangunan, pengembangan serta peningkatan pelayanan termasuk di pelabuhan Teluk Bayur, akan terus digenjot.
Terjadi penambahan jumlah crane yang cukup signifikan, sehingga tak ada lagi waiting list, baik yang ingin bongkar maupun yang ingin dimuat. Ia berharap keberadaan terminal petikemas dapat menggaet barang – barang yang tadinya dikirim lewat darat, bisa beralih ke angkutan laut (Via Teluk Bayur).
“Jadi barang-barang akan pindah lewat kontainer, karena di sisi cost akan lebih murah,” kata Rj Lino.
“Teluk Bayur dibangun dermaga peti kemas karena aktifitas arus peti kemas sudah mendekati 50.000 TEUs (Data pihak Pelabuhan Teluk Bayur).  Pembangunan terminal seluas 7 hektare, dengan lokasi area dermaga 5 – 6. Alat–alat bongkar muat pendukung berupa 3 unit Luffing Crane, dan 3 Rubber Tire Gantry Crane, siap dikirim Pelindo II ke Telukbayur.
Data Pelindo II Cabang Teluk Bayur, trafik arus barang masuk terus  mengalami peningkatan dari tahun terdahulu. Untuk kargo umum, peningkatan mencapai 15 %, yakni 3.590.935 ton pada 2009 menjadi 4.021.330 ton (data tahun 2010). Arus perdagangan ekspor-impor berasal dari barang ekspor 3.734.504 ton, dan impor 286.826 ton.
Lonjakan arus barang melalui pelabuhan Teluk Bayur juga terlihat pada perdagangan domestik, dari sebelumnya 6.485.846 ton menjadi 7.397.841 ton. Di sisi arus barang dalam peti kemas, ikut mengalami kenaikan, yakni dari 45.517 box (2009) menjadi 47.126 box (2010).
Arus petikemas tadi terdiri dari petikemas isi berukuran 40” 1.225 box, ukuran 20” 30.203 box, petikemas kosong ukuran 20” 1.083 box, dan ukuran 40” sebanyak 14.615 box.
Sementara tahun sebelumnya, petikemas isi berukuran 40 kaki  hanya  1.273 box, ukuran 20 kaki  31.106 box, dan petikemas kosong 20 kaki sebanyak 843 box serta ukuran 40 kaki 12.295 box.
PT Pelindo II sebagai pengelola menetapkan Pelabuhan Teluk Bayur menjadi Pelabuhan Kelas Satu, dengan sertifikat ISO 9002. Di tahun 2015, kegiatan bongkar muat CPO, mencapai 2.571.880 ton, sementara semen sebesar 3.114.831 ton.
Di 2018, PT Pelindo II melakukan pembangunan gudang A dengan nilai investasi sebesar Rp 39,6 miliar. Lalu pembangunan workshop dengan nilai investasi Rp 6,1 miliar, dan beberapa item pembangunan lainnya yang juga sudah selesai dilakukan termasuk pembangunan Pool Truk dengan nilai investasi Rp 2,4 miliar.
Selain itu juga bangunan Reception Racility dengan nilai investasi Rp 1 miliar, penataan jaringan listrik di areal pelabuhan dengan investasi Rp 19,2 Miliar.  Kemudian di sisi pelayanan,  pengelola Pelabuhan Teluk Bayur ini juga memberlakukan sistem ITOS-NBS (New Billing System) dalam aktivitas bongkar muat peti kemas.
Era Baru Pelabuhan
Tak hanya Teluk Bayur, hampir di seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo II, terjadi pemutakhiran teknologi, berdasarkan perkembangan tekhnologi informasi (TI) yang begitu besar. Dengan kecanggihan tekhnologi informasi menjadikan pelayanan yang mudah, cepat dan murah dari berbagai transaksi dan kegiatan industri di semua sektor termasuk kepelabuhanan.
Dikutip dari indonesiashippingline.com, inovasi layanan terus dioptimalkan dengan layanan Digital Port System, sebuah system pelayanan pelabuhan berbasis online. Dengan tekhnologi digital di semua lini, maka seluruh layanan di IPC/Pelindo II menjadi semakin cepat, lebih mudah, dan lebih murah, yang diharapkan akan mampu menekan biaya logistik nasional dan pada pada akhirnya akan meningkatkan daya saing produk nasional.
Nilai tambah dari Digital Port System IPC/Pelindo II itu, diyakini mampu membangun konektifitas logistik nasional, bahkan di tingkat global international. Untuk aplikasi di tingkat nasional, IPC/Pelindo II saat ini sudah menerapkan terminal operating system petikemas, E-Payment, pengembangan terminal operating system untuk Non-Petikemas, Implementasi MOS, Truck Announcement, TPS Online, auto-gate system  dan seterusnya.
Sementara implementasi Digital Port System di lingkup global, dan kini terus diotimalkan IPC/Pelindo II adalah upaya membangun konektifitas dengan ratusan pelabuhan dunia international untuk layanan vessel scheduling, vessel booking, e-VGM, e-BL, monitoring vessel dan seterusnya.
Dan sebagai realisasi nyata dari Digital Port System itu, pada 10 Oktober 2017 lalu, IPC/Pelindo II meluncurkan Layanan Pelabuhan Berbasis Digital di IPC/Pelindo II cabang Ciwandan Banten.
Dengan peluncuran itu, IPC/Pelindo II, boleh dibilang merupakan pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan sistem digitalisasi dalam pelayanan. Dengan Digital Port System, IPC Banten kini mampu mempermudah urusan administrasi misalnya untuk pemberitahuan kedatangan kapal, yang berurusan dengan kantor otoritas pelabuhan, syahbandar, bea cukai, keamanan laut, karantina, imigrasi dan seterusnya.
Dengan kata lain untuk pengurusan dokumen kedatangan kapal, kapan kapal akan tiba di pelabuhan tujuan, cargo apa yang dibawa, berapa volume dan akan sandar di dermaga mana kapal tersebut, sudah dapat dilakukan secara digital system atau secara online.
Penerapan Digital Port System oleh IPC/Pelindo II, juga telah diterapkan di IPC Cabang Tanjung Priok, melalui Marine Operating System (MOS) yang terintegrasi dengan aplikasi pelayanan kapal melalui system layanan kapal InaportNet Kementerian Perhubungan.
Sedikit gambaran, layanan MOS merupakan sistem yang didesain guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan pemanduan dan penundaan kapal mulai dari Resources Management, Planning Scheduling Deployment, Resources Optimizer, Order Dispatching, Order Executing, Free Movement, Monitoring Controlling & Reporting dan System Interconnectivity.
Manfaat dari implementasi MOS adalah memberikan kemudahan dan efisiensi bagi planner dalam optimalisasi dan penyesuaian kebutuhan kapal terhadap resource, Real time record pelayanan, adanya status track dan tracing resources, berkurangnya running hours dan meningkatkan efisiensi pergerakan untuk tug boat dan efisiensi perjalanan untuk pilot boats, penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Pelumas baik Tug Boat maupun Pilot Boat dan meningkatkan govermance.
Digital Port oleh IPC/Pelindo II juga diimplementasikan melalui Aplikasi Layanan Tempat Penumpukan sementara atau TPS Online di sejumlah Terminal Petikemas IPC, mulai dari IPC Cabang Tanjung Priok, Pontianak, Palembang dan di IPC Cabang Pelabuhan Panjang Bandar Lampung.
Dengan Layanan TPS Online, maka pertukaran Data Elektronik (PDE Manifet) kontainer antara sistem di Terminal Peti Kemas IPC dengan sistem Bea Cukai dapat dilakukan secara online sehingga IPC dan Bea Cukai dapat memberikan pelayanan lebih optimal kepada pengguna jasa pelabuhan.
Sebagai contoh, bahwa dengan TPS Online, pihak terminal operator petikemas dapat melakukan cross check keaslian dokumen Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) yang diunggah pemilik barang  melalui E-Service dengan data yang ada di Bea Cukai.
Hal ini membantu mencegah pengeluaran peti kemas yang belum memiliki izin dari Bea Cukai. Aplikasi ini juga mengurangi pemeriksaan secara manual (paper based), sehingga menjadi lebih cepat, layanan instansi Bea Cukai dalam merespons Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang diajukan pemilik barang.
Dala perjalanan waktu, kebehasilan IPC/Pelindo II dalam menerapkan Digital Port System mendapat apresiasi dan dukungan dari sejumlah kalangan di lingkup wilayah kerja pelabuhan. Misalnya, apresiasi yang dikemukakan Dr. Sungkono Ali, Ketua Dewan Pelabuhan Indonesia (Port Council Of Indonesia).
Sungkono Ali mengatakan, bahwa optimalisasi pelayanan Digital Port System di lingkungan IPC/ PT Pelindo II dan 12 Cabang Pelabuhan serta 17 Anak Perusahaannya sudah saatnya dilakukan dan terus dioptimalkan terlebih pada pelayanan Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Petikemas JICT, TPK Koja, NPCT1, TO-3 dan Mustika Alam Lestari/NPH dalam rangka menuju pelabuhan kelas dunia (World Class Port).
“Sejalan dengan terus meningkatnya layanan pelabuhan tingkat global, maka tidak ada pilihan, IPC/Pelindo II harus terus meningkatkan pelayanan berbasis digital system kepada para pengguna jasa pelabuhan di wilayah IPC/Pelindo II,”ujar Sungkono Ali.
Hal senada dikemukakan Carmelita Hartoto, Ketua Umum Indonesia National Ship Owner Association (INSA). Menurutnya kalangan pelayaran yang tergabung dalam INSA sangat apresiatif dengan langkah Manajemen IPC/Pelindo II, dengan pelayanan berbasis online atau Digital Port System.
“Langkah IPC sudah sangat tepat karena di era digital saat ini, semua layanan dan informasi dituntut untuk lebih cepat, tepat dan akurat. Pelayanan dengan digital port system oleh IPC/Pelindo II, sangat diperlukan untuk menjawab tantangan indusri pelabuhan kini dan masa depan, baik di tingkat nasional maupun global sejalan dengan pesatnya tekhnologi layanan pelabuhan di tingkat global international,” ungkapnya.
Bagi pelayaran, kata Carmelita, dengan Digital Port System, pelayaran bisa langsung mendapatkan akses informasi terkait pergerakan, kegiatan, dan biaya-biaya kapal setiap saat secara cepat dan akurat.
“Kemudian melalui digitalisasi port system, pelayanan akan jauh lebih efektif, karena pengguna jasa (operator pelayaran) tidak lagi harus face to face dengan  petugas di IPC/Pelindo II dalam melakukan pelaporan, pembayaran atau kegiatan lainnya,” ujar Carmelita.
Demikian juga dari sisi biaya, menurut Carmelita akan sangat membantu kalangan pelayaran, karena semua proses pembayaran dilakukan secara hose to hose secara terencana, tidak ada lagi pembayaran manual ataupun biaya-biaya yang  sifatnya tidak terduga.
“Dan yang penting, kami berharap, layanan digital di pelabuhan ini akan mendorong terjadinya efisiensi biaya dan waktu pelayanan kapal semakin cepat,” ungkap Carmelita.
Dan untuk kepentingan di tingkat global, IPC Kantor Pusat sudah saatnya bermitra dengan IT International berbasis Port System seperti “HaloteC” untuk percepatan permberlakuan system pada pengguna jasa pelabuhan tanpa mengganggu internal system.
Makin Keren dan Kekinian
Dengan makin modernnya fasilitas Pelindo II, sudah pasti layanan jadi semakin keren. Itu berarti, semua pelabuhan di bawah Pelindo II bisa jadi sejajar dengan pelabuhan canggih manapun di dunia.
Era baru pelabuhan terwujud semakin nyata. Seluruh pelabuhan Pelindo II akan menjadi perbincangan dunia internasional.
Otomatis makin banyak yang berlabuh dan berbisnis di Indonesia. Apalagi dengan amannya laut Indonesia, akan membuat transportasi laut semakin keren.
Apalagi kalau Pelindo II mengelola pelabuhan jadi lebih kekinian. Kekinian dalam arti kata, bisa dijadikan ajang selfi bagi para pengunjung.
Tak bisa dipungkiri, jika banyak pelabuhan milik Pelindo II yang memiliki potensi wisata. Pelabuhan Teluk Bayur misalnya, miliki pemandangan alam yang sangat hebat.
Bahkan selama ini, sudah menjadi lokasi untuk shooting film maupun membuat video klip lagu Minang. Jika itu ditingkatkan, maka akan ada pemasukan dari sektor kunjungan.
Pelindo II tinggal menyediakan tempat-tempat selfie yang keren, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya agar bisa diposting di media sosial. Makin banyak yang posting dan komentar positif, makin banyaklah warga yang datang berkunjung. Jadi di samping aspek lalu lintas barang yang pesat, juga terjadi kunjungan wisatawan yang sangat mengagumkan. Itu berarti pendapatan Pelindo II juga semakin meningkat dan masa depan cerah sudah di depan mata. (*)
Loading...