SIMFes HJK Sawahlunto ke-137 akan Dihadiri Musisi Internasional

Wako Sawahlunto Riyanda Putra Jumpa Pers SIMFes HJK Sawahlunto ke 237 didampingi Wawako Jeffry Hibatullah Rabu (5/11) di Balaikota Lubang Panjang. subandi

SAWAHLUNTO -Penyelenggaraan Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) tahun 2025 menghadirkan sesuatu yang berbeda. Sebagai salah satu rangkaian acara memperingati Hari Jadi Kota Sawahlunto ke-137, festival musik bertaraf internasional ini akan digelar pada 7–8 November 2025 di Taman Silo, Kelurahan Saringan, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, dan dikolaborasikan dengan Festival Batik Sumatera Barat yang diikuti oleh 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, dalam konferensi pers, Rabu (5/11/2025) di Aula Balai Kota Lubang Panjang.

Menurut Riyanda, festival ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Sawahlunto sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, sekaligus mendukung pertumbuhan kebudayaan di Sumatera Barat.

“SIMFes diadakan untuk memeriahkan hari jadi Kota Sawahlunto sekaligus memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pelaku seni,” ujar Riyanda yang didampingi Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah, Sekdako Rovanly Abdams, serta sejumlah kepala dinas terkait.

Baca Juga  Bawaslu Sawahlunto Dua Laporan Dugaan Pelanggaran Tidak Memenuhi Syarat

Riyanda menjelaskan, SIMFes 2025 mengusung tema “Heritage Continues – Passage of Time”. Festival ini akan membawa pengunjung dalam perjalanan waktu yang menampilkan unsur-unsur budaya pembentuk identitas Sawahlunto.

“Acara ini akan menghadirkan eksplorasi mendalam tentang sejarah kota, dari masa lalu hingga kini, disajikan melalui pertunjukan musik, arsitektur, dan budaya,” terang Riyanda.

Lebih lanjut, SIMFes 2025 akan menampilkan musisi internasional dan lokal, mempromosikan musik Minang dan Melayu, serta menciptakan ruang pertukaran budaya.

Sementara itu, untuk Festival Batik Sumatera Barat, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama anggota DPRD Sumbar Neldaswenti.

Ketua pelaksana SIMFes, Armen dari Komunitas Sawahlunto Youth Movement, menyebut festival ini diharapkan menjadi ajang pengarsipan dan laboratorium musik Minang.

“Tahun ini kami menampilkan tribute kepada Orkes Gumarang melalui album Kampuang Nan Jauh di Mato, yang di dalamnya terdapat lagu Nasib Sawahlunto. Para peserta akan membawakan lagu-lagu Orkes Gumarang sebagai upaya menduniakan musik Minang,” ujarnya.

Baca Juga  SIMFes dan Festival Batik Gerakkan Ekonomi Sawahlunto

Selain itu, penampilan menarik juga akan datang dari Nonaria, grup band jazz dengan karakter klasik dan jenaka, serta Geisha, band populer asal Indonesia yang turut memeriahkan panggung Heritage Continues 2025.

SIMFes 2025 juga melibatkan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, program strategis nasional yang menjaring dan mengembangkan talenta seni budaya Indonesia secara berkelanjutan. Melalui program MTN IkonInspirasi, para talenta akan mendapatkan akses pengembangan kapasitas dan pasar, baik di tingkat nasional maupun global.

Wali Kota Riyanda berharap, penyelenggaraan SIMFes tahun ini dapat memutar roda perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM, serta menghidupkan kawasan Taman Silo sebagai pusat kuliner baru setelah sebelumnya berlokasi di Lapangan Segitiga Ombilin. (sbd)