PADANG – Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumatera Barat melakukan silaturrahmi dengan Ketua PKK Sumbar, Harneli Mahyeldi di rumah dinas Gubernur, Jumat (30/1). Tak sekadar temu ramah, pertemuan itu mengerucut pada isu krusial, yaitunya transparansi organisasi dan penguatan ekonomi keluarga wartawan.
Dalam diskusi tersebut, Harneli membahas pentingnya pengelolaan dana organisasi yang jelas dan akuntabel. Pengalaman sejumlah organisasi perempuan seperti dharma wanita dijadikan contoh bagaimana iuran kecil namun konsisten—bahkan hanya ribuan rupiah per bulan, dapat dihimpun menjadi dana yang bermanfaat bagi anggota, mulai dari bantuan sosial, kesehatan hingga simpan pinjam.
Harneli menekankan bahwa organisasi tidak boleh menjadi beban, apalagi bagi anggota yang sedang menghadapi musibah. Bantuan harus hadir tepat sasaran, tanpa prosedur berbelit dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi anggota. Prinsipnya, yang mampu membantu, yang membutuhkan tetap dirangkul.
Selain soal dana, pertemuan juga menyoroti perlunya program pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan. Pelatihan sederhana namun aplikatif dinilai penting, agar anggota, khususnya istri wartawan, memiliki sumber penghasilan tambahan dan tidak bergantung sepenuhnya pada suami. Menurut Harneli, organisasi perempuan harus hidup, berdampak, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota, bukan sekadar formalitas struktural.
Sementara itu, Ketua IKWI Sumbar, Erlina, SH mengharapkan silaturahmi ini menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret antara IKWI dan PKK dalam membangun organisasi yang transparan, peduli, dan mampu menguatkan ekonomi anggotanya di Sumbar.
“IKWI Sumbar sudah berusia 65 tahun. Sejauh ini, sudah terbentuk di 9 kabupaten/ kota Sumbar dengan jumlah anggota lebih sekitar 200 orang. Insya Allah, kita siap bersinergi bersama organisasi wanita di Sumbar,” ujarnya didampingi Bendahara, Putri Festina, Wakil Ketua Dr.Afrianingsih Putri dan anggota pengurus lainnya Ir. Mimi Jamal. (*)












