PENYAGUN – Rumah Sakit (RS) Pratama yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang telah selesai dan bahkan sudah diserahterimakan dari rekanan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti. Namun hingga kini belum dioperasionalkan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian yang dikonfirmasi mengakui hal itu. Disebutkannya penyebab belum beroperasinya RS Pratama di Desa Penyagun karena belum dilengkapi peralatan kesehatan (alkes), moubeler dan lainnya.
“RS Pratama belum dilengkapi alat penunjang lainnya, seperti alkes, moubeler, peralatan kantor dan elektronik. Selain itu juga belum dipenuhinya tenaga kesehatan yang akan mengoperasikan RS Pratama ini,” ungkapnya.
Selain itu, listrik juga belum masuk di RS Pratama. Juga, izin untuk beroperasi juga sedang diajukan.
“Untuk ambulan di RS Pratama sudah kita usulkan tahun ini, namun dicoret. Kita akan usulkan lagi tahun depan (2026),” tambahnya.
Dari pantauan, RS Pratama memang telah selesai dibangun, namun halaman rumah sakit itu masih kosong dan bahkan masih terdapat sisa material bekas pembangunan gedung.
Untuk diketahui, RS Pratama dibangun tahun 2024 dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp42 miliar.
Dimana PT Sanur Jaya dipercaya untuk membangun gedung RS Pratama di kampung halaman Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (purn) H Asmar.
Pewarta: Ahmad Yuliar












