Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 di Dharmasraya Capai 53 Persen

  • Whatsapp
Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan ketika launcing BLT Kabupaten. ( ist ) 

PULAU PUNJUNG – Hingga Juli 2020, realisasi serapan anggaran penanganan pandemi Covid-19 di Dharmasraya, mencapai Rp 13 miliar lebih atau 53 persen dari total dana hasil refocusing anggaran yang tersedia sebesar Rp 44 miliar.

“Anggaran tersebut diserap melalui sejumlah kegiatan dalam dua jenis bidang,  yakni penanganan dan pencegahan penyebaran dan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak, ” ungkap Kepala Badan Keuangan Daerah Dharmasraya, Paryanto kepada Topsatu.com,  Rabu (26/ 8).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, untuk kegiatan penanganan dan pencegahan, realisasi serapan dengan alokasi terbesar pihak Dinas Kesehatan setempat sebesar Rp 13 miliar lebih dan sudah direalisasikan sebesar Rp 7 miliar lebih atau 54,50persen.

Kemudian,  pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh yang mendapatkan alokasi sebesar Rp 9 miliar lebih, hingga periode tersebut sudah merealisasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar lebih atau 43,14 persen.

“Untuk dua Satuan Organisasi Perangkat Daerah lainnya (SOPD) lainnya, yakni Dinas Transmigrasi Dan Tenaga Kerja (Distransnaker) dan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan (Diskumperdag) sudah merealisasikan seratus persen dengan total anggaran sebanyak hampir Rp 900 juta  yang didominasi kegiatan pelatihan dan pembuatan masker,” terangnya.

Sementara untuk kegiatan pemberian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang dilaksanakan oleh pihak Dinas Sosial Kabupaten Dharmasraya, hingga Juli 2020 sudah terealisasi sebanyak Rp 11 miliar lebih atau 53,43 persen dari total anggaran sebesar Rp 21 miliar lebih.

Penyerapan anggaran tersebut terbagi dalam dua kluster kegiatan, yakni penanganan dampak ekonomi dan bantuan sosial safety net atau jaring pengaman sosial.

“Adapun anggaran kegiatan terbesar didominasi terkait pemberian bantuan langsung tunai (BLT) dengan jumlah realisasi sementara mencapai Rp 11,317,558,850,- atau 53,32 persen dan pada kegiatan penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 422,494,500 atau 56,45 persen dari total alokasi dana sebesar Rp 748,475,000,” pungkasnya. (roni)

Pos terkait