Sempat Kabur, Enam Napi Tertangkap Kembali

oleh
Salah seorang narapidana kabur yang kemudian tertangkap lagi tengah dibawa petugas menuju Rutan Sawahlunto.(armadison)

 

SAWAHLUNTO-Enam penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sawahlunto kabur ke tertangkap lagi. Mereka kabur dari rumah tahanan melewati pintu utama sekitar Pukul 10.00 WIB, Minggu (14/10).

Penghuni Rutan yang kabur, Hendri Irawan, Rahman Manami Simanjuntak, Radiansyah, Fersa Setiawan, M.Subianto dan Fedrian Utama Putra. Tahanan dan narapidana itu kembali bisa ditangkap petugas Rutan anggota Polres Sawahlunto.

Kronologis pelarian narapidana dan tahanan itu terjadi sekitar Pukul 10.00 WIB. Saat itu 6 narapidana dan tahanan datang mendobrak pintu dua yang mengakses ke portir penjagaan. Narapidana Radiansyah menodongkan pistol, yang diketahui kemudian jenis Air Shoftgun pada pada petugas Rutan, Gofur dan Noval dikeroyok 5 tahanan lainnya.

Tahanan dan narapidana itu keluar dari penjara. Namun sampai di depan Bank Mandiri dan persimpangan Lapangan Segitiga tiga narapidana dan tahanan berhasil ditangkap. Sementara 2 narapidana dan tahanan terus berlari arah Blok Ombilin di Belakang Kantor PTBA-UPO pun berhasil ditangkap polisi dan petugas Rutan.

Fedrian Utama Putra asal Silungkang Tigo mencoba melarikan diri di Dusun Luak Badai. Terlalu lelah dalam pelarian, Fedrian istirahat di atas pohon. Tak diduganya, petugas Rutan melihatnya dan Fedrian Utama Putra menyerah tanpa perlawanan. Pelarian tahanan dan narapidana itupun berakhir sekitar Pukul 14.00 WIB.

Kepala Rumah Tahanan Negara Sawahlunto Subhan Malik kepada Singgalang mengatakan, “Sampai titik terakhir kami masih mempertahankan pintu penjagaan agar tahanan dan narapidana itu tak lari. Kita masih melakukan pengembangan untuk menelusuri pistol itu masuk dalam Rutan, “ujarnya.

Menurut Kepala Rutan, tindakan melarikan diri sudah dipelajari narapidana dan tahanan ini. Mereka menggunakan waktu masa berjemur di luar sel, Pukul 08.00 hingga Pukul 10.00 WIB. “Kesempatan ini dipergunakan enam tahanan dan narapidana itu melarikan diri, “Subhan Malik.(201/506)

Loading...