Semen Padang Raih Penghargaan Padmamitra Award’s 2018 Bidang Kemiskinan

oleh
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Ketua Umum Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos), Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi (kiri) menyerahkan penghargaan Padmamitra 2018 untuk Kategori Bidang Kemiskinan kepada Dirut PT Semen Padang Yosviandri (kanan) di Jakarta, Kamis malam (25/10/2018).

JAKARTA-PT. Semen Padang kembali meraih penghargaan di bidang Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini penghargaan yang diraih oleh perusahaan semen pertama di Asia Tenggara ini adalah Padmamitra Award’s 2018 untuk Kategori Bidang Kemiskinan.

Penghargaan itu melengkapi prestasi sebelumnya telah meraih penghargaan Indonesia CSR Awards (ICA) tahun 2014 dan 2017. Kemudin penghargaan Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2017 dan penghargaan TOP CSR 2018.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita di dampingi Ketua Umum Forum CSR Kesejahteraan Sosial, (Kesos) Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, diterima langsung Direktur Utama PT Semen Padang, Yosviandri di Jakarta, Kamis (25/10) malam.

Melalui penghargaan ini, Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita berharap dapat mendongkrak badan usaha lain untuk mengadopsi hal yang sama dengan peraih Penghargaan Padmamitra Award’s. Menurutnya, Padmamitra merupakan penghargaan tertinggi dari negara kepada perusahaan atau kalangan dunia usaha yang telah bersumbangsih bagi upaya peningkatan kesejahteraan sosial dan mengurangi dampak permasalahan sosial, melalui program CSR yang dijalankan perusahaan.

“Selamat kepada perusahaan yang telah melaksanakan tanggung jawab sosial dan terpilih sebagai pemenang. Sekecil apapun kontribusi perusahaan untuk CSR Bidang Kesejahteraan Sosial, bagi kami di Kementerian Sosial, itu adalah sumbangsih tidak ternilai,” kata Mensos.

Ketua Umum Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos), Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi mengatakan, bahwa kegiatan ini sudah di gelar sejak tahun 2014 lalu dan di selenggarakan dalam 2 tahun sekali.

“Pada tahun ini, ada 21 perusahaan yang meraih penghargaan Padmamintra Award’s, dari 72 perusahaan di Indonesia yang telah mendaftarkan berkas-berkasnya secara online kepada panitia,” sebut GKR Mangkubumi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri, mengaku bersyukur atas raihan penghargaan Padmamitra Award’s 2018 ini, karena dengan raihan penghargaan tersebut, menunjukkan bahwa implementasi program CSR PT Semen Padang diakui oleh Pemerintah khususnya Kementerian Sosial RI. Menurut Yosviandri, penghargaan ini bisa menjadi penambah motivasi, bagian dari evaluasi serta improvement dari perusahaan untuk lebih baik lagi dalam melaksanakan program CSR ke depan sesuai dengan standar atau kaidah yang ditetapkan lembaga yang qualified.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi perusahaan dan keluarga besar PT Semen Padang, karena Padmamitra Award’s 2018 ini merupakan penghargaan tertinggi CSR di bidang Sosial yang diberikan oleh Negara dan PT Semen Padang menjadi satu-satunya perusahaan di Sumatera Barat yang meraih penghargaan ini,” kata Dirut di dampingi Kepala Biro CSR M. Ikrar dan Staff CSR Satrio dan Subrianto usai menerima penghargaan di Jakarta, Kamis (26/10)

PT Semen Padang, katanya, dalam pengelolaan perusahaan tidak hanya mengedepankan aspek profit (laba), namun sangat memperhatikan people (manusia) dan planet (lingkungan). Dan, prinsip yang disebut triple bottom ini pula yang menjadi salah satu ladasan pelaksanaan program CSR perusahaan.

“Komitmen dan semangat ini kami tuangkan dalam payung program korporasi yaitu ‘Basinergi Mambangun Nagari’ yang meliputi Campin Nagari, Paduli Nagari, Pandai Nagari dan Elok Nagari,” ujar Yosviandri.

Semen Padang mendapatkan penghargaan Padmamitra Award 2018 melalui program kemitraan bersinergi dengan UPZ Baznas Semen Padang. Dalam program tersebut, penerima zakat atau yang masuk dalam golongan asnaf delapan, diberikan bantuan modal berupa barang untuk membuka usaha UPZ.

Setelah usahanya berjalan, kemudian Semen Padang melalui CSR perusahaan tersebut menjadikan penerima zakat tersebut sebagai pelaku UMKM binaan, dengan cara meminjamkan modal usaha dan membantu mereka dalam pengembangan usahanya, sehingga mereka bisa keluar dari golongan asnaf delapan. (104)

Loading...