PARIAMAN – Kegiatan ibadah Sembahyang 40 masih eksis di Desa Kaluat, Kecamatan Pariaman Timur. Dimana Sembahyang 40 ini, pesertanya melakukan Shalat berjamaah selama 40 hari tanpa terhenti di mushala.
Demikian dikatakan Kepala Desa Kaluat, Ali Imran, dihadapan Tim Safari Ramadhan (TSR) III Pemko Pariaman di Mushola setempat, Rabu malam.
Lebih lanjut, Ali Imran mengatakan di Desa Kaluat kegiatan keagamaan berjalan dengan lancar, diantaranya MDA, Wirid, Tahfiz dan belajar irama membaca Alquran.
Diungkapkannya, para remaja Desa Kaluat akan melaksanakan MTQ antar remaja dan lansia. Namun terkendala persoalan dana. ” Para Remaja akan melaksanakan ibadah MTQ antar Remaja dan lansia, tapi dana belum mencukupi,” ucapnya.
Ketua TSR III Pemko Pariaman Fitri Nora mengapresiasi kegiatan Shalat 40 hari yang dilakukan warga Desa Kaluat. Biasanya jemaahnya adalah jaum ibu yang berumur di atas 60 tahun. Begitupun, berdasarkan laporan Kepala Desa, banyak kegiatan keagamaan yang diadakan di mushala ini. Ini membuktikan, masig kuatnya masalah keagamaan.
Fitri Nora yang juga Ketua DPRD Kota Pariaman menjelaskan tujuan TSR Pemko Pariaman mendatangi jemaah adalah untuk menjalin hubungan silaturahmi dengan masyarakat. “Tidak semua Mesjid dan Mushalla yang dapat di kunjungi oleh TSR di bulan Ramadhan ini. (agus)












