AGAM – Kabupaten Agam laksanakan seleksi dan training center (TC) perdana bagi calon kafilah sebagi persiapan menghadapi MTQ Nasional tingkat provinsi Sumatera Barat tahun 2025 di kota Bukittiggi. Seleksi dilaksanakan selama tiga hari, 8 sampai 10 Mei 2025 di hotel Pusako Bukttinggi. Kegiatan dibuka langsung bupati Agam, Ir.H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah.
Dalam sambutannya bupati Benni Warlis mengatakan, seleksi dan TC merupakan suatu langkah untuk mencapai target yang diharapkan. Dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk meencapai target tersebut.
“Kenapa lomba MTQ itu dilakukan dan kita ikuti? Jawabannya adalah untuk mencapai prestasi. Prestasi itu adalah sebagai wujud syi’arnya Al-Qur’an itu sendiri di Kabupaten Agam, dan memberikan motivasi kepada masyarakat agar membumikan dan mencintai Al-Qur’an. Intinya, Al-Qur’a itu adalah mukjizat yang sangatluar biasa diturunkan Allah SWT kepada Nabi Besar Muhammad SAW sebagai pedoman dan memberikan ketenangan kepada kita dalam hidup dan kehdupan,”ungkap Bennii Warlis.
Ditambhakannya, kalau dalam sambutannya Kepala Kemenag meyampaikan bahwa ada MTQdi Slk Selatan Agam berada ada peringkat ketiga, dan pada MTQ di kota Bukittinggi mendatang minimal bisa mempertahankan posisi, tapi saya berharap kafilah kabupaten Agam bisa meraih peringkat pertama. Keinginan dan motivasi bupati itu disambut dengan tepuk tangan meriah oleh peserta seraya mngaminkan.
Sebelumya Kepala Kator Kementerian Agama kabupaten Agam, Dr. H. Thomas Febria, S.Ag, MA dalam sambutannya mngungkapkan, bahwa peserta seleksi saat ini merupakan hasil dari MTQ tingkat abupaten Agam yang dilaksaakan di kecamatan Tilatang Kamang tahun 2024 lalu. Juara 1 dan 2 masing-masing cabang kita undang untuk mengikuti seleksi ditambah dengan aset-aset kabupaten Agam.
‘Pelatih yang kita manfaatkan dalamseleksi dan TC selama tiga hari ini adalah beliau yang sudah memiliki sertifikat, mumpuni dan mampu memberikan kontribusi terbaik kepada kafilah. Sengaja kitadatangkan pelatih darri provinsi Sumatera Barat dan kabupaten Agam serta dari kampus-kampus tertama yang ada di Sumatera Barat.
Pada MTQ Nasional tingkat Sumatera Barat tahun 2023 di kabupaten Solok Selatan kita berhasi menduduki peringkat tiga dari 19 kabupaten/kota, dan sebelumnya kita baru mampu berada pada posisi kelima. Kami berharap kepada semua kafilah utuk dapat menamilkanyang terbaik nantinya. Andaikan Agam tidak mampu meingkatkan prestasi minimal kita pertahankan posisi yang sudah dimiliki saat ini. Itu semua tetunya harus didorong dengan komitmen yang tinggi dari semua pihak.
Saat ini Agam sudah memiliki LPTQ, namun saat ini masih kurang optimal dalam fungsinya. Untuk itu kami behaap kepada Pemda Agam mealui Bapak Bupati utuk mnganggarkan dalam APBD agar LPTQ itu bisa dioptimakan melalui progam-program yang disusun agar ada kolaborasi atara LPTQ dengan Kemenag dan Pemda sendiri,”jelas Thomas Febria.
Kabag Kesra, Supria dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan seleksi dan TC didanai oleh APBD melalui DPA Bagian Kesra dengan tujuan mningkatka kapasitasdan kemampuan kafilah kabupatn Agam menghadapi MTQ Nasional tingkat Sumatera Barat ke-41 yang akan dilaksanakan bulan Oktober 2025 di kota Bukittinggi.
“Peserta kegiatan seleksi dan TC ini diikuti peserta sebanyak 150 orang yang merupakan juara 1 dan 2 pada MTQ Nasional ke-40 tingkat kabupatn Agam yang dilaksanakan di kecamatan Tilatang Kamang tahun 2024 ditambah 14 orang aset kabupaten Agam yag sudah menjuarai MTQ tingkat provinsi. Untuk TC kita memanfaatkan 25 orang tenaga pelatih yag berasal dari STAI PIQ Sumbar, Kanwil Kemenag, pimpinan Pondok Pesantren di Agam, LPTQ kabupaten Agam. Dan juga dilengkapi dengan pedamping dan panitia dari Kemenag dan Bagian Kesra,”sebut Kabag Kesra.
Pembukaan seleksi dan TC dihadiri Ketua MUI kabupaten Agam, Muhammad Taufik, M Pd, Asisten 2 Setdakab Agam, Drs. Welfizar M.Si, para pejabat di ligkungan Kemenang Agam serta udangan lainya. (Mas).












