Padang  

Selama Januari – Agustus 2021 Sudah 374 Kali Bencana Melanda Padang

Kepala BPBD Padang, Barlius. (ist)

Padang – Selama Januari hingga Agustus ini 2021 terdapat sebanyak 374 kejadian bencana di Kota Padang. Dimana dari kejadian itu mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius kepada wartawan saat diseminasi informasi Dinas Kominfo Kota Padang di Media Center, merinci, dari ratusan bencana itu, paling sering terjadi yakni bencana pohon tumbang. Tercatat ada 288 batang pohon.

Disebutkannya, dari 288 batang pohon tumbang itu banyak terjadi bulan April sekitar 74 batang.

“Selanjutnya, korban meninggal itu akibat kejadian orang tenggelam atau hanyut. Sementara untukl bencana banjir, hingga saat ini belum ada korban meninggal dunia dan berharap hingga akhir tahun ini,” kata Barlius.

Lebih jauh disebutkan, bencana di Kota Padang dibagi pada 10 kejadian yang terdiri dari pohon tumbang dengan total 288 batang, orang tenggelam/hanyut sebanyak 12 orang, banjir terjadi pada 26 lokasi, longsor pada 5 lokasi, angin badai/puting beliung sebanyak 5 lokasi, gempa bumi yang dirasakan ada 8 kali, kekeringan 29 lokasi dan covid-91 kegiatan yang masih berlangsung hingga sekarang. Selanjutnya nihil kejadian adalah kebakaran hutan dan abrasi pantai.

Baca Juga  Aksinya Terekam CCTV, Tersangka Curanmor Dibekuk Satreskrim Polresta Padang

Dikatakan Barlius, di Kota Padang terdapat 18 titik banjir yang selalu diwaspadai. Persoalan banjir sebenarnya sudah bisa cukup diatasi dengan semakin banyaknya drainase diperbaiki di Kota Padang. Itu dibuktikan, setelah banjir terjadi cukup cepat proses penyusutan air.

Bila menghindari banjir secara umum memang agak sulit Kota Padang karena lokasinya hanya beberapa meter dari permukaan laut. Lalu, disaat terjadi banjir air laut pun pasang sehingga cukup sulit air di sungai untuk dialirkan ke laut.

“Persoalan banjir baru-baru ini memang Kecamatan Koto Tangah yang agak berdampak. Pak walikota pun turun tangan dan memimpin langsung penangganan. Kini, koordinasi antar instansi dan instansi lain di Kota Padang sudah semakin membaik. Sehingga, ketika terjadi banjir penangganan cepat dari semua unsur,” ujar Barlius.

Baca Juga  BPBD Padang Rutin Cek Keaktifan Sistem Peringatan DiniĀ 

Kemudian, kebencanaan memang sudah dipetakan di Kota Padang terutama bencana banjir dengan peralatan yang terbilang cukup. Kondisi demikian, karena sudah berkoordinasi dengan instansi lintas sektoral dan memiliki tanggung jawab masing-masing. Seperti di wilayah utara ada Basarnas, wilayah utara ada Lantamal dan wilayah kota BPBD, Brimob, PMI dan lainnya.

“Jadi setiap kejadian, semua unsur bergerak dan sudah tahu tupoksi masing-masing beserta peralatannya,” ujar Barlius.

Ditambahkannya, saat ini tim BPBD Kota Padang juga tengah menelusuri kawasan di Kota Padang bila ada potensi longsor akibat illegal logging atau keretakan tanah.Sebab, banjir yang baru-baru ini terjadi banyak membawa lumpur. (103)