Oleh Roni Aprianto/ Wartawan Madya
Hamparan tanah yang dulunya diselimuti rerumputan dan pohon pohon liar. Kini, menjelma jadi jalan baru menjemput masa depan. Ini tentunya berkat kegigihan Bupati Annisa Suci Ramadhani. Meski kadang lelah menyergap, ia terus bertahan. Ia mengahabiskan waktu bolak- balik Jakarta- Dharmasraya, mendatangi kementerian, melakukan lobi- lobi, menjalin hubungan baik dengan pemerintah pusat. Tujuannya agar anak- anak kurang mampu mendapatkan pendidikan yang baik, lagi gratis.
Berkat kegigihan ini, Dharmasraya mendapat salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyat. Sekolah ini berdiri di kawasan Nagari Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.
Tepat tanggal 31 Juli 2026, 390 siswa SD, SMP dan SMA mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat ini.
Sinar mentari menghangatkan halaman sekolah ketika suara tawa riuh anak- anak memecah kesunyian. Dibalik tawa itu tersimpan harapan masa depan yang menemukan jalannya. Dengan seragam rapi mereka menyambut kedatangan Bupati Dharmasraya, Annisa, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur, Vasko Ruseimy berserta rombongan.
Bupati Annisa Suci Ramadhani, tak mampu menyembunyikan rasa haru. Senyum dan semangat anak-anak itu seolah menjadi jawaban atas perjuangan panjang yang selama berbulan-bulan ia tempuh untuk menghadirkan Sekolah Rakyat di Dharmasraya.
Sekolah Rakyat hadir, bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai ruang yang membuka harapan bagi mereka yang selama ini berada di pinggir akses pendidikan. Bagi banyak keluarga, sekolah bukan hanya tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah adalah jalan keluar dari lingkaran kemiskinan yang kerap diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama. Keterbatasan ekonomi sering kali memaksa mereka mengubur cita-cita lebih awal.
Sekolah Rakyat lahir untuk menjawab tantangan itu. Dengan semangat pemerataan pendidikan, sekolah ini membuka pintu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh haknya untuk belajar. Tidak hanya menyediakan ruang kelas dan guru, Sekolah Rakyat juga menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang setiap peserta didik.
Anak-anak yang sebelumnya merasa jauh dari kesempatan kini berani bermimpi menjadi guru, dokter, perawat, teknisi, hingga pengusaha. Mereka percaya bahwa pendidikan dapat membuka pintu menuju kehidupan yang lebih baik.
Bagi Annisa, dimulainya MPLS bukan sekadar pembukaan tahun ajaran baru. Momen itu menjadi bukti bahwa perjuangan panjang Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akhirnya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 untuk memperoleh pendidikan berasrama yang berkualitas. Di hadapannya, ia melihat langkah-langkah kecil yang kelak akan mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih baik.
“Alhamdulillah, saya melihat langkah-langkah kecil anak-anak bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Mereka kini memiliki kesempatan untuk tumbuh sejajar, cerdas bersama, dan menggapai cita-cita yang selama ini mungkin terasa jauh,” ujar Annisa.
Di balik momen tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang penuh ikhtiar. Mengingat malam-malam yang dihabiskan menyusun proposal, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga berkali-kali mengejar penerbangan ke Jakarta demi bertemu para pengambil kebijakan agar Dharmasraya dipercaya menjadi lokasi Sekolah Rakyat.
Perjuangan itu tidak hanya dilakukan di Kementerian Sosial sebagai pengampu program, tetapi juga di Kementerian Pekerjaan Umum. Pasalnya, lahan yang kini menjadi lokasi Sekolah Rakyat sebelumnya merupakan aset Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sehingga memerlukan penyelesaian lintas kementerian. Seluruh ikhtiar tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 di Dharmasraya dengan nilai pekerjaan mencapai Rp244,32 miliar.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan seluruh masyarakat, Annisa menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas lahirnya Program Sekolah Rakyat yang dinilainya sangat menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Program ini menunjukkan cita-cita besar negara untuk menghadirkan kesempatan yang setara bagi setiap anak Indonesia. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok pra sejahtera” katanya.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Propinsi Sumbar, Gubernur Mahyeldi dan Wagub Vasco Rusaemy, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri PU Dodi Hanggodo dan semua pihak yang turut memudahkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya.
Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 menerima 390 siswa, terdiri atas 268 siswa asal Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, satu siswa tingkat SD dari Kabupaten Padang Pariaman, dan satu siswa tingkat SMP dari Kota Bukittinggi. Seluruh peserta didik diseleksi melalui mekanisme berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto yang membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, Sumatera Barat merupakan gudang orang-orang hebat, gudang para pahlawan, serta telah melahirkan banyak pemikir bangsa. Karena itu, ia optimistis Sekolah Rakyat akan menjadi tempat lahirnya generasi yang mampu menjadi apa pun sesuai cita-citanya.
“Melalui Sekolah Rakyat ini, anak-anak Sumatera Barat bisa menjadi apa pun yang mereka cita-citakan. Saya yakin dari sekolah ini akan lahir generasi-generasi hebat yang akan mengharumkan nama Sumatera Barat dan NKRI,” ujar Mahyeldi dengan penuh semangat.
Mahyeldi menyebut program sekolah rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo ini merupakan keteladanan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu wajib sepenuhnya didukung. “Berdosa kita kalau tidak dukung Program ini” tukasnya.
Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya Sumatera Barat juga dihadiri Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, Anggota DPRD Dharmasraya Pasdisata Dt Kabilangan, Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya Indra Gunawan, Kapolres Dharmasraya, diwakili PS Kabag SDM AKP Hendriza Oktavianus, Dandim 0310/SSD diwakili Danramil Pulau Punjung, Letda Inf. Magel Hendri, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Wildan Humaedi, Sekda Dharmaraya Medison dan perwakilan Pemkab/Pemkot
Hadir Plt. Ketua LKAAM Marlon Martua Dt Rangkayo Mulie, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, Kepala Sekolah, jajaran majelis guru dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sumbar tokoh masyarakat, serta para orang tua siswa. (***)












