Sebanyak Korban, Sebanyak Duka, Lebih Banyak Cinta

oleh
Mery Yulyanda, urang awak yang juga kru pesawat Lion Air JT-610, foto berdua dengan Apri Fadhail calon suaminya. Mereka rencananya April 2019 akan menikah. Na mun maut memisahkan pasangan tersebut. IG

Muhammad Bayu Vesky dan Arief Pratama

PADANG-Rasa akan putus tali jantung, cinta telah pergi di balik awan lalu terhujam ke dasar laut.

Wanita cantik itu lenyap dan sang tunangan termagu bagai tiang kapal berkarat. Sepi. Selain bayangan, yang tercecer hanya kenangan.

Pramugari Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang, Senin pagi itu, Mery Yulyanda, urang awak asal Batusangkar, membawa kisah-kisah cinta nan baru berputik.

DOA UNTUK SI DIA
Kisah itu terbang dan meliuk liuk dalam tangis, dalam riuh doa. Kekasihnya, Apri Fadhail, meluapkan kerinduan itu lewat akun instagramnya.

Dia masih berharap, Mery selamat. “Dalam sujud dan do’aku, aku selalu mendoakanmu sayang. Aku berharap Allah menyatukan kita,”tulis Apri Fadhail. Postingan ini, dikomentari 1.500 akun lebih.

Dari postingan ini pula diketahui, jika pada April 2019 nanti, keduanya sudah berencana melanjutkan kisah asmara ke jenjang pernikahan, peristiwa sakral nan dinanti nanti kaum adam dan hawa.

Apri juga memohon mukjizat Tuhan, agar tunangannya kembali. Ia akan terima dalam kondisi terburuk sekalipun. “Aku akan terima kamu apa adanya,” kata Apri. Pria ini diyakini berasal dari Aceh. Sebab dari beberapa postingan akunnya, diketahui jika ia akan menunggu Mery di Aceh.

Tami, yang juga orang awak korban Lion Air JT-610. Anak lelaki itu, berasal dari Lareh Sago Halaban. Entah ada acara apa di Jakarta beberapa hari lalu, Tami dalam peristiwa kecelakaan Lion Air di Tanjung Karawang, sehari hari bekerja sebagai karyawan Telkomsel di Bangka Belitung. Ist

Sebanyak duka, sebanyak korban jatuh, maka sebanyak itu pula rindu meraung raung. Lain kisah Mery, pramugari Lion asal Batusangkar, maka berita duka juga menghampiri keluarga Tami Yulian.

Tami, anak lelaki itu, berasal dari Lareh Sago Halaban. Entah ada acara apa di Jakarta beberapa hari lalu, Tami dalam peristiwa kecelakaan Lion Air di Tanjung Karawang, sehari hari bekerja sebagai karyawan Telkomsel di Bangka Belitung.

“Benar, atas nama Tami Yulian, warga Lareh Sago Halaban. Kami berduka cita sedalam dalamnya,” kata Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, terpisah. Kabar Tami jadi korban kecelakaan pesawat, tersiar di list list penumpang lion yang kecelakaan.

“Saya kenal baik dengan orangtua Tami,” kata Zulherman, pengurus Forum Bamus asal Lareh Sago Halaban.

Namun informasi dihimpun Singgalang
petugas masih mengevakuasi korban dan mencari badan pesawat Lion Air JT-061 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Meski begitu, diperkirakan tak ada satu pun penumpang yang selamat dalam kecelakaan ini.

“Prediksi saya sudah tidak ada yang selamat. Sehingga setelah beberapa jam ini jumlah 189 itu tidak selamat,” ujar Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Mar Bambang Suryo Aji di kantor Basarnas.

Saat ditemukan, badan pesawat Boeing 737 Max 8 itu sudah hancur berkeping-keping. Korban yang berhasil dievakuasi juga kondisinya tidak utuh.

Suryo menduga, masih banyak korban yang terjebak di dalam badan pesawat. Selain dua nama di atas, ada beberapa lain warga Minangkabau yang menjadi korban dalam peristiwa naas ini.

Presiden RI Joko Widodo mengucapkan duka cita sedalam dalamnya, atas kecelakaan Lion Air tujuan Pangkal Pinang tersebut. Jokowi memerintahkan jajarannya, mencari seluruh korban. Kemudian KNKT juga diminta mengusut kasus ini.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan yang selama kni dikenal tegar, rapuh begitu mendengar 20an stafnya ikut menjadi korban kecelakaan. Sri Mulyani menangis dan berpeluka dengan keluarga korban dan staf. (*)

Loading...