Sambut Kejuaraan Nasional Barongsai Indonesia 2018 Panitia Terus Berbenah

oleh
Panpel dan Pengprov FOBI Sumbar bersama PB FOBI Pusat saat konferensi pers di Sekretariat FOBI Sumbar, Komplek Kelenteng, Pondok, Padang Barat. Ist

PADANG-Jadwal kejuaraan nasional Barongsai Indonesia kian dekat. Sejumlah persiapan telah dilakukan Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (Pengprov FOBI) Sumbar, guna menyambut helat yang akan berlangsung Padang, pada 9-11 November 2018.

Persiapan itu terlihat dengan hadirnya pengurus PB FOBI Pusat ke Padang, Minggu (21/10). Peninjauan pengurus pusat merupakan kesekian kalinya untuk melihat sejauh mana persiapan Pengprov FOBI Sumbar dalam pelaksanaan iven nasional tersebut.

Kemarin, dilakukan pencabutan lot atau nomor urut bagi para peserta yang ikut dalam Kejurnas Barongsai ke tiga di Indonesia.

Kejurnas Barongsai 2018 di Padang, Sumbar mempertandingkan sembilan kategori, yakni naga taolu bebas, naga halang rintang, naga kecepatan, barongsai tradisional, barongsai halang rintang, barongsai taolu bebas, barongsai kecepatan, pekingsai taolu bebas, pekingsai kecepatan.

Ketua Pengprov FOBI Sumbar, Iswanto Kwara, didampingi Sekjen PB FOBI Pusat, Xaverius Djunaidi didampingi Kabid Pembina PB FOBI Pusat, Arifin Himawan, mengatakan sebanyak 16 delegasi cabang barongsai yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia akan hadir di Padang.

“Jumlah peserta yang akan hadir bisa mencapai seribuan yang akan hadir pada perhelatan Kejurnas Barongsai ini,” kata Iswanto Kwara, Minggu (21/10).

Iswanto mengatakan, Padang sebagai tuan rumah penyelenggara Kejurnas Barongsai tidak terlepas dorongan dan juga kepercayaan PB FOBI Pusat. Keseriusan dikerjakan secara bersama-sama, dan tidak terlepas dukungan kerjasama KONI Sumbar dan Pemprov dalam hal ini Dispora Padang. Padang merupakan kota pertama di luar Jawa dan Jakarta menggelar Kejurnas ini.

Pelaksanaan Kejurnas Barongsai Indonesia sambungnya, disamping sebagai bentuk dalam pengembangan budaya bangsa, menunjukkan keberagaman bersifat olahraga, tentunya ingin mendorong program Pemko Padang terutama bidang kepariwisataan.

“Selain bertanding, para atlet beserta official yang datang ke daerah kita dapat menikmati keasrian Kota Padang dan daerah lainnya. Sejumlah titik tujuan wisata di daerah tentunya akan dinikmati para tamu dan atlet yang berasal berbagai provinsi di Indonesia,” ungkap Iswanto.

Agenda akbar ini akan dipusatkan di Gor HBT Pondok, Padang. Sejauh ini telah banyak konfirmasi dari masing-masing Pengprov akan laga di Padang. H-3 kegiatan, para atlet dan official masing-masing pengprov dijadwalkan telah sampai di kota bingkuang ini.

Peserta pertama yang akan datang dari Aceh dan Kalimatan Barat, selanjutnya seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, Sumbar dan beberapa provinsi lainnya akan hadir H-1. Salah satu dari menteri, seperti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Menpora Imam Nahrawi akan memukul tambur saat pembukaan.

Sekjen PB FOBI Pusat, Xaverius Djunaidi menambahkan, sejumlah kategori yang dipertandingkan pada Kejuaran Nasional Barongsai ini hampir sama dengan kategori yang dipertandingkan pada laga eksebisi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, Jawa Barat. Dengan adanya kejurnas ini, tentunya akan memacu olahraga Barongsai ini di daerah-daerah lebih baik lagi dan berkembang.

Sebab, Indonesia merupakan negara yang termasuk diperhitungkan dalam laga olahraga Barongsai. Sudah 24 provinsi melahirkan dan membentuk para atlet olahraga barongsai, dan telah banyak ikut turnamen, tidak hanya skala nasional, internasional juga turut serta. Bahkan Aceh, telah sukses membentuk atlet dari cabang olahraga tersebut.

“Kita berada diantara Tiongkok, Singapura dan Malaysia dan negara kita termasuk yang ketiga dalam olahraga ini, dan berharap perkembangan di sejumlah daerah itu ada, terutama sudah 24 provinsi mengembangkan olahraga Barongsai,”kata Xaverius.

Kejurnas yang dihelat ini merupakan panggung bagi para atlet yang berasal dari berbagai daerah, sehingga berkemungkinan dapat bersama-sama mensukseskan kegiatan PON 2020 di Papua. (107)

 

Loading...