Sabtu Pagi, Gunung Marapi Kembali Erupsi

Bukittinggi – Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 17 Mei 2025 pukul 09.54 WIB. Letusan ini memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 600 meter di atas puncak atau sekitar 3.491 meter di atas permukaan laut.

Menurut keterangan Ahmad Rifandi, A.Md., Pengamat Gunung Api, kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur laut.

“Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7,4 mm dan durasi selama 75 detik,” jelas Ahmad Rifandi.

Baca Juga  Ketua PWI Sumbar Serahkan Buku Karya Wartawan kepada Walikota Bukittinggi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui pos pengamatan Gunung Marapi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting guna mengantisipasi dampak erupsi:

Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki wilayah dalam radius 3 km dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas Gunung Marapi.

Warga yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta waspada terhadap potensi lahar hujan, terutama pada musim penghujan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Baca Juga  Selama 2024, Permohonan Paspor di Imigrasi Agam Meningkat 

Seluruh pihak diminta untuk menjaga suasana kondusif, tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang belum jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan resmi pemerintah daerah.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Petugas pengamatan terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas vulkanik guna memberikan peringatan dini apabila terjadi peningkatan ancaman. (r)