Rumah Gratis untuk Nelayan di Batangkapeh Dinilai tak Layak Huni

oleh -440 views
Lokasi pembangunan rumah gratis di Batangkapeh. (niko)

PAINAN – Masyarakat Kampung Sungai Pampan Koto Baru, Kenagarian Koto Nan Tigo, Kecamatan Batangkapeh, Kabupaten Pesisir Selatan kecewa dengan pembangunan rumah gratis untuk para nelayan di sana.

Hal ini dikarenakan pengerjaan bangunan rumah gratis sebanyak 50 unit untuk nelayan tersebut diduga belum sesuai spek atau gambar perencanaan.

“Belum dihuni sudah retak-retak. Kalau datang gempa, ini bisa roboh,” jelas Jonedi (55) warga setempat, Minggu, (22/7/2018).

Warga juga menyesali kedalaman pondasi rumah jauh dari yang seharusnya.

“Kita buktikan di sini. Kita gali. Seharusnya 95 cm dari slof hingga dasar tanah. Tapi nyatanya, yang ketemu cuma 20 cm. kita punya gambarnya. Jauh perbedaannya. Kalau kurang 5 cm kita bisa maklumi,” ulasnya.

Yusrizal, Walinagari Koto Nan Tigo, menjelaskan, selama tiga bulan proyek berjalan ia belum pernah bertemu dengan pihak konsultan.

“Dari gambar yang ada. Itu jauh sekali ketimpangannya. Saya ingin coba tanyakan kepada konsultannya, tapi tidak ada,” ujarnya.

Dia mengatakan jangan sampai anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat terbuang sia-sia.

“Kami sudah bersusah payah untuk membebaskan lahan masyarakat sebagai lokasi pembangunan. Tapi nyatanya seperti ini pula,” tuturnya.

Dia menyebutkan khusus di Batangkapeh pembangunan rumah gratis untuk nelayan sebetulnya ada sebanyak 70 unit. Rinciannya, 20 Unit di 2017 dan 50 unit untuk 2018 sekarang yang tengah berlangsung. Sementara jumlah pemohon rumah gratis saat ini sudah mencapai 300 KK,

Sementara, Abdullah (50) warga Medan mengaku menyesalkan pihak pemborong tidak memberikan makanan pekerja selayaknya.

Kini sebagian warga Medan yang bekerja banyak menetap di rumah warga dan walinagari setempat.

“Jujur saja kita tidak sanggup lagi. Itu rumah tidak layak untuk dihuni,” tambah Jefri (32).

Sementara pengawas lapangan proyek, Sitorus mengaku bangunan berdasarkan intruksi dari atasannya.

“Kita dapat instruksi dari kantor. Kita juga nggak bisa mengikuti banyak,” ujarnya.

Sesuai papan informasi proyek tertulis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera barat, terlihat nilai kontrak pembangunan itu senilai Rp. 4, 9 Miliar lebih (Rp. 4. 995. 983.000 dengan nomor kontrak 01/SP/PEMB-RUSUS/PNPR-SB/V-2018. Kontraktor pelaksana PT. Naretek Jaya Abadi tertanggal 25 Mei 2018 selama 210 hari kalender. Sementara Konsultan MK dari PT Khayyira Engginering Consultan. (niko)

Loading...