Ragam  

Rumah Gadang Dinaiki, Gubernur Sumbar dan Raja Pagaruyung Hadir

Rumah gadang kaum Datuak Sati, Suku Koto Dalimo, Supayang. (ist)

PADANG – Rumah Gadang, kaum Datuk Sati, suku Koto Dalimo, Supayang, Tanah Datar dinaiki, Sabtu (16/3). Acara meriah.

Hadir Gubernur Sumatera Barat dan Raja Alam Pagaruyung beserta permaisuri. Rumah gadang ini dibangun dengan bantuan dana revitalisasi desa adat Dirjen Kebudayaan, Kemendibud.

Selama beberapa dekade di Minangkabau, proses alamiah sedang berlangsung. Rumah gadang yang berusia puluhan hingga ratusan tahun kian lapuk dimakan usia. Banyak di antaranya sudah roboh. Ada pula yang ditinggali penghuni dan pindah ke rumah-rumah modern.

Kondisi miris itu memicu keprihatinan sejumlah tokoh di Sumatera Barat, Sabtu (16/3), saat berkumpul bersama di Nagari Supayang, Kecamatan Salimpauang. Mereka berjumpa dalam prosesi adat bernama Syukuran Menaiki Rumah Gadang Datuak Sati Koto.

“Sungguh prihatin kita. Rumah gadang di Minangkabau kini sudah banyak yang roboh, termasuk di Tanah Datar. Padahal kita amat menyadari, dari rumah gadang yang lapuk dan roboh itu telah lahir dan terbentuk tokoh-tokoh nasional asal Minangkabau. Mereka amat berpengaruh dalam berbagai lini kehidupan,” ujar Raja Alam Minangkabau/Sultan Pagaruyuang Dr. Muhammad Farid Thaib, saat memberi sambutan pada prosesi adat yang berlangsung khidmat itu.

Bupati Tanah Datar H. Irdinansyah Tarmizi juga menyebut, rumah gadang sudah banyak lapuk dimakan usia. Tak sedikit pula yang sudah tak dihuni lagi, karena anak kemenakan kaum pemilik rumah gadang sudah pergi merantau atau mendirikan rumah sendiri. Perannya pun sudah jauh berkurang dibanding masa-masa lalu.

Gubernur dan Raja Pagaruyung hadir saat syukuran mneaiki rumah gadang. (ist)

Baik Irdinansyah maupun Farid sepakat, masyarakat perlu terus diajak untuk kembali menyemarakkan ruah gadang, sekaligus mengembalikan fungsi utamanya selalu pusat pembangunan karakter dan membentuk watak generasi muda Minangkabau. Program revitalisasi desa adat yang dilakukan pemerintah, tuturnya, dipandang memiliki makna strategis dalam mengembalikan kejayaan peran rumah gadang tersebut.

“Kami tentu turut memujikan pemimpin beserta kaum Datuak Sati Suku Koto Dalam di Nagari Supayang ini, karena berhasil melakukan pendekatan ke pemerintah pusat yang berbuah dibantunya revitalisasi rumah gadang mereka, yang pada kesempatan ini kita mengiuti prosesi menaikinya kembali, setelah selesati dibangun kembali,” kata bupati.

Di Tanah Datar, program revitalisasi rumah gadang mulai berlangsung sejak beberapa tahun belakangan, ada yang dibantu melalui anggaran pemerintah ada juga bantuan pemerintah pusat. Selain revitalisasi rumah gadang di Supayang itu, pemerintah pusat tahun ini juga mengalokasikan anggaran revitalisasi 36 buah rumah gadang di Nagari Pariangan. Sebelumnya, sebuah perusahaan swasta nasional juga membantu revitalisasi rumah gadang di Nagari Sumpu.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menegaskan, syukuran yang dilakukan masyarakat Suku Koto Dalam itu merupakan aplikasi rekad untuk mengembalikan posisi dan fungsi rumah gadang di Minangkabau.Bila itu dapat dilakukan, tuturnya, terbit suatu harapan untuk kembali lahir insan-insan berkarakter dan berpengaruh di tengah-tengah masyarakat. (aci/mus)