Rumah Batik TBIG Wisuda 45 Lulusan Angkatan ke 9

PEKALONGAN – Rumah Batik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mewisuda lulusan angkatan ke-9, Kamis (9/10) di rumah batik yang beralamat di Jalan Kampung Singgah, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Diketahui, rumah batik ini merupakan program CSR dalam bidang budaya yang diusung PT TBIG sejak sepuluh tahun lalu.

Dalam programnya, Rumah Batik TBIG menyediakan ruang pembelajaran untuk pembuatan batik bagi generasi produktif dan penyandang disabilitas, serta pembelajaran di bidang kuliner.

Pada kesempatan itu hadir langsung Lie Si An, Chief of Business Support Officer PT TBIG untuk mewisuda para lulusan pendidikan batik dan kuliner ini.

Dalam sambutannya, Lie Si An mengatakan bahwa program CSR dalam pendidikan pembuatan batik ini memang sudah komitmen TBIG sejak dimulai pada 2014.

“Lega, ini perjalanan panjang. Lulusan juga sudah mendapatkan hasil dari kegiatan ini, selain berkarya juga berwirausaha. Ini kebahagiaan buat kita bersama,” katanya.

Baca Juga  Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Diapun menilai kualitas lulusan Rumah Batik TBIG ini tiap tahun terus membaik.

Dia juga berpesan wisuda sebagai tanda kelulusan ini kedepannya bisa memacu lulusan untuk mengaplikasikan ilmu sebaik-baiknya.

“Pendidikan pembuatan batik ini menjadi bekal, tidak terbatas untuk masa depan. Ilmu ini bisa diterapkan. Selain kedepannya kita juga ingin fokus juga untuk pelatihan wirausaha di Rumah Batik TBIG ini. Semoga ini juga bisa menjadi inspirasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Batik TBIG, Nanang Tri Purwanto menyebutkan, adapun lulusan yang diwisuda pada kesempatan itu totalnya berjumlah 45 lulusan.

Jumlah ini, kata Nanang, terdiri dari lulusan dari kelas reguler A (generasi produktif) sebanyak 27 peserta, reguler B (khusus untuk penyandang disabilitas) sebanyak 8 peserta, dan 10 orang lulus dalam program kelas tambahan untuk kelas kuliner.

Kelas reguler A dan B ini, katanya dimulai pengajarannya pada Oktober 2024. Adapun kompetensi yang diajarkan meliputi desain produk, pelekatan produk, pewarnaan dan penyempurnaan produk.

Baca Juga  Korona; Kelompok Usia Muda Bisa Terkena dan Tanpa Gejala

“Pengajaran dilakukan dalam dua semester. Siswa juga diberi kesempatan untuk mengikuti program inkubasi,” kata Nanang.

Selain memberikan kesempatan untuk belajar batik, diketahui Rumah Batik TBIG ini juga membuka ruang belajar bagi sekolah-sekolah, diantaranya SMA Negeri 3 Pekalongan, MI NU Kesesi, MI NU Sidoarjo, MI NU Buaran, UIN Kiai Haji Abdurrahman Wahid dan PPI Banyumas.

“Ini kontribusi Rumah Batik TBIG untuk pelestarian batik. Kita berharap rumah batik ini bisa menjadi center pendidikan batik, inklusif dan ramah lingkungan,” katanya.

Pada kesempatan itu Rumah Batik TBIG juga memberikan penghargaan bagi lulusan terbaik, yaitu Indah Ayu Satya Ningrum, untuk reguler B, Naza dan Lula untuk kelas culynari.

Seperti diketahui, program CSR PT TBIG terdiri dari empat pilar, kesehatan, pendidikan, lingkungan dan budaya.

Penulis: Wahyu Alhadi