Rp700 Miliar Perputaran Uang Jual Beli Ternak Tahun ini di Sumbar

  • Whatsapp
MASJID UNIK - Masjid unik seperti Masjid Raya Sumbar merupakan ikon menarik bagi kedatangan turis Muslim (wikipedia)

 

PADANG – Gubernur Irwan Prayitno didampingi Kakanwil Kemenag, Kadis Peternakan dan Kabiro Bintal dan bèberapa OPD di lingkup pemprov Sumbar menyerahkan sapi kurban Presiden RI Joko Widodo kepada ketua pengurus Mesjid Raya Sumatera Barat Prof.Dr. Sobhan Lubis.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada Pak Presiden RI setiap tahun selalu memberikan sapi kurban dan tahun ini dengan Sapi pilihan terbaik Sumbar seberat 1,2 ton, yang berasal dari peternak Solok,” ujar Irwan Prayitno, Sabtu (1/8/2020).

Gubernur lebih lanjut menyatakan, sapi kurban Presiden RI ini merupakan hàsil peternakan yang ada di Sumbar. Ada beberapa pertenak yang bersaing ketat dalam seleksi pemilihan sapi oleh Dinas Peternakan Sumbar.

“Sapi yang terpilih merupakan sapi yang paling baik dan bagus di Sumatera Barat. Kita menyambut baik ini kegiatan selain memberi gairah terhadap peternak Sumbar walaupun masa pandemi covid 19, motivasi semangat ibadah kurban masyarakat sangat tinggi. Dan ini terlihat dari perputaran uang beredar sebesar Rp700 miliar tahun ini dalam kegiatan jual beli ternak di Sumatera Barat,” ungkap Irwan Prayitno.

Irwan juga mengatakan. Masjid Raya Sumbar sebagai simbol masjidnya Sumatera Barat, maka layak menjadi mazjid yang menerima bantuan korban dari presiden.

Kakanwil Kemenag Sumbar H. Hendri juga menyampaikan pelaksanaan ibadah kurban di Sumatera Barat tahun ini berjumlah ternak 32.632 ekor.

“Sapi sebanyak 29.204 ekor, kambing  3.119 ekor dan kerbau 329 ekor, yang tersebar di masjid, mushalla dan beberapa tempat umum. Ini bukti bahwa masa pandemi tidak mengurangi kegiatan ibadah kurban di Sumatera Barat,” ungkapnya.

Sementara itu ketua pengurus Masjid Raya Sumbar Sobhan Lubis menyampaikan, penyembelihan sapi presiden yang dilaksanakan di Masjid Raya Sumbar ini.

“Untuk kedepannya ini sudah mejadikan contoh berulang-ulang tentu kita ingin jadikan lokasi ini, persis di tempat sapi berdiri sekarang, akan dijadikan tempat pemotongan sapi permanen nantinya.
Artinya sebuah rencana mejadikan lokasi permanen tempat pemotongan khusus hewan kurban, sesuai dengan standar oleh dinas peternakan provinsi sumatera barat,” ujar Sobhan.

Sobhan juga sampaikan setelah dilakukan pemotongan hewan akan dilakukan pembagian daging tersebut kepada yang berhak menerima, sebagian kecil ada yang datang langsung yang mengambil daging ke masjid raya namun tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Dan sebagian besarnya akan diantar langsung oleh panitia kurban, panti-panti asuhan di Sumatera Barat, kemudian untuk masyarakat daerah disini dan sekitarnya akan dibagikan melalui Rt/Rw setempat, ini semua bertujuan agar masyarakat tidak semua berkumpul di sini, dan tidak terjadi keruman banyak orang,” terang Sobhan.

Sobhan di hadapan Gubernur juga sampaikan harapan bagaimana masjid raya dibolehkan menerima penyelenggaraan sapi kurban lainnya selain dari pak presiden juga ada dari Gubernur dan pejabat lainnya.

“Dan ini dapat menjadi program dinas peternakan ke depan dalam menumbuhkan semangat peternak Sumbar untuk dapat berkiprah lebik lagi. Ibadah dapat, kemajuan dan kesejahteraan peternak juga akan berkembang, “harapnyam

Setelah dilakukan penyerahan hewan kurban oleh Gubernur, dilangsungkan pemotongan sapi, yang dilakukan oleh Dinas Peternakan dan panitia.

Sapi kurban Presiden RI ini berasal dari peternak Kota Solok dengan berat 1,2 Ton dengan kisaran harga Rp. 72 juta. (Yuke)

  • Whatsapp

Pos terkait