Oleh Subandi | Wartawan Singgalang/TOPSatu.com
Sawahlunto — Prestasi membanggakan datang dari Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Ricky Ekoni Saputra, perintis lingkungan hidup binaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Pertambangan Ombilin (UPO), berhasil masuk nominasi calon penerima penghargaan Kalpataru Tahun 2026 tingkat nasional. Bahkan, Ricky berada di urutan ketujuh nasional dari puluhan calon penerima se-Indonesia.
Untuk menindaklanjuti proses penilaian tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup RI mengutus Ahmad Junaidi melakukan verifikasi lapangan di Sawahlunto selama dua hari, pada 18–19 Mei 2026.
“Hasil verifikasi ini nantinya akan dibawa ke dewan penilai untuk disidangkan. Dari situlah akan diputuskan apakah calon layak menerima penghargaan Kalpataru atau tidak,” ujar Ahmad Junaidi.
Sebelum turun ke lapangan, tim verifikasi terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Perumahan, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Sawahlunto Maizar, ST, Kabid Kebersihan dan LH Andri Maha Putra, Kabid LH Thomas, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Heni Purwaningsih, S.Pt., MM, Kabid Kominfo Cika, serta perwakilan PTBA UPO Alman Syarif bersama staf. Turut hadir pula sejumlah wartawan Sawahlunto, di antaranya Subandi (TOPSatu.com), Indra Yosef (Rakyat Sumbar), dan Amin Perwira (Warta Andalas).
Terpilihnya Ricky sebagai calon penerima Kalpataru tidak lepas dari keberhasilannya mengelola lahan pascatambang PTBA UPO di kawasan Dusun Kayu Gadang, Desa Santur, Kecamatan Barangin, dengan luas mencapai 8,7 hektare.
Lahan bekas tambang batu bara yang sebelumnya tandus dan berbatu itu berhasil disulap menjadi kawasan pertanian terpadu. Di lokasi tersebut kini berkembang peternakan sapi dan kambing, produksi pupuk kompos, serta berbagai tanaman produktif seperti jengkol, alpukat, petai, nangka, bambu, dan tanaman keras lainnya.
Selain itu, Ricky juga membudidayakan rumput odot, rumput gajah merah, dan indigofera sebagai pakan ternak berkualitas tinggi, serta tanaman hortikultura seperti terong, pisang, pepaya, dan cabai.
Dari upaya konservasi lingkungan tersebut, Ricky tidak hanya mampu meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Barangin dan Lembah Segar. Bahkan, pengelolaan lingkungan yang dilakukan Ricky turut meningkatkan sumber daya air yang mampu mengairi lebih dari 20 hektare sawah warga di Desa Rantih sepanjang tahun.
Menurut Ahmad Junaidi, apa yang dilakukan Ricky merupakan langkah luar biasa dalam memanfaatkan lahan pascatambang menjadi lahan produktif.
“Yang dilakukan Ricky sangat luar biasa. Dampaknya besar, terutama dalam mengelola lahan pascatambang menjadi produktif. Ini juga mendapat dukungan penuh dari PTBA UPO dan memberi manfaat bagi masyarakat Sawahlunto,” ungkapnya.
Namun demikian, keputusan akhir penerima Kalpataru 2026 tetap berada di tangan dewan penilai nasional.
Sementara itu, Ricky Ekoni Saputra mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan terhadap upaya yang selama ini ia lakukan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemko Sawahlunto, PTBA UPO, wartawan, dan semua pihak yang telah mendukung. Terlepas berhasil atau tidak menerima Kalpataru, saya akan terus mengembangkan usaha ini karena bermanfaat bagi ekonomi keluarga, masyarakat, sekaligus menjaga lingkungan hidup,” tegas Ricky. (***)












