Ribuan Nasabah Terdampak Banjir, Bank Nagari Siap Menjalankan Relaksasi KUR

Bank Nagari

PADANG – Menyikapi bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat, Bank Nagari menyatakan kesiapan para nasabahnya memberikan relaksasi KUR. Saat ini, terdapat sekitar 1.546 nasabah yang terdampak oleh bencana tersebut

Direktur Utama Bank Nagari Gusti Chandra merinci jumlah tersebut berasal dari nasabah konvensional maupun syariah. Adalah 1.314 nasabah yang terdampak di Bank Nagari Konvensional dan sisanya sebanyak 232 nasabah Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari.

Gusti menyebutkan, mayoritas nasabah, baik konvensional maupun syariah, bergerak di sektor UMKM, terbanyak debitur KUR di sektor pertanian, perdagangan, industri kecil dan jasa-jasa.

Baca Juga  UUS Bank Nagari Cetak Laba Bersih Rp45,62 Miliar pada Kuartal I/2026

Meskipun, ia menyebutkan ada pula debitur yang berasal dari para pegawai pemerintah dan perusahaan serta sektor perumahan.

Sejalan dengan itu, baru-baru ini Presiden Prabowo Subianto akan menghapuskan utang KUR petani yang menjadi korban bencana banjir di Sumatra. Alasannya, banyak petani tidak dapat berproduksi karena sawah-sawah mereka rusak diterjang banjir.

Gusti pun memastikan pihaknya siap melaksanakan kebijakan presiden dan pemerintah terkait dengan relaksasi yang akan diberikan kepada petani penerima KUR yang terdampak bencana.

Baca Juga  Buka Mubes ke-1 Organisasi Minang se-Kepulauan Riau, Gubernur Sumbar Ajak Perantau Jadi Nasabah Bank Nagari

“Kami menunggu arahan dan kebijakan terhadap kondisi bencana alam dimaksud,” ujar Gusti.

Sementara itu, ia bilang Bank Nagari secara aktif melakukan pendataan/ mapping dan identifikasi terhadap debitur yang terdampak bencana, baik terdampak secara langsung maupun secara tidak langsung.

Ia menegaskan kebijakan restrukturisasi kredit Bank Nagari saat ini berpedoman kepada POJK Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Kualitas Aset Bank Umum. Di sisi lain, Bank Nagari terus melakukan koordinasi dengan pihak OJK terkait hal tersebut.(Soe)