Rencana Pembangunan Banyak, Pariaman Minta Bantuan ke Kementerian PUPR

PARIAMAN – Akibat keterbatasan dana,sedangkan pembangunan infrastruktur masih banyak yang akan dilanjutkannya. Untuk terealisasinya pembangunan infrastruktur yang masih terbengkalai , Pemko Pariaman berusaha meminta bantuan ke Kementerian di Jakarta.

Asisten II Setdako Pariaman, Elvis Candra didampingi Kabid Tata ruang dan penataan bangunan Dinas PUPR, Deki Askar mendatangi Kementerian PUPR RI. Kedatangannya disambut Direktur Bina Penataan Bangunan, Kementerian PUPR, Boby Ali Azhari, Senin (14/2)

Elfis Candra mengatakan bahwa APBD Pemko Pariaman tidak sanggup menampung sejumlah rencana pembangunan yang telah di programkan. Solusinya , salah satunya meminta bantuan ke Kementerian, supaya rencana ini terealisasi.

Diungkapkannya, adapun jenis bantuan yang diminta ke Kementerian PUPR RI yaitu untuk pembangunan WFC (Water Front City) Batang Piaman dan lanjutan dari pengembangan Talao untuk tahun 2022 ini.

Baca Juga  Wawako Pariaman Ikuti Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

“Untuk WFC di Batang Piaman dan Talao, tadi sudah kita mohonkan untuk dapat direalisasikan di tahun 2022 ini, walaupun tidak tersedia dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran) ditahun ini,” tukasnya.

Sedangkan untuk Kawasan Wisata Terpadu Pantai Makruf Amin dan WFC Batang Mangor, Elfis Candra menuturkan, di mohonkan pembangunan fisiknya dapat terealisasi pada Tahun 2023 mendatang.

Sementara itu Direktur Bina Penataan Bangunan, Kementerian PUPR, Boby Ali Azhari mengatakan untuk Pembangunan WFC Talao dan Batang Piaman akan dibahas dulu dengan Dirjen Cipta Karya terkait pengganggaranya. Sedangkan untuk Pembangunan Pantai Makruf Amin dan WFC Batang Mangor, agar Pemko Pariaman melakukan koordinasi intensif dengan pihak Balai Provinsi Sumbar dan Kementerian PUPR, agar bisa masuk dalam program kegiatan tahun 2023 mendatang.

Baca Juga  Pemko Pariaman Cegah Pemotongan Ternak Betina Produktif

Boby juga mengingatkan agar Pemerintah Kota Pariaman dapat mematangkan pembebasan lahan di lokasi-lokasi tersebut dan dibuatkan perencanaan teknisnya, sehingga apa yang akan direncanakan dan kenyataan di lapangan, benar-benar dapat dikerjakan dan nantinya akan memberikan hasil yang maksimal, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. (agus)