Remaja Putri Tanah Datar Ikuti 3 in 1 Operator Junior Custom Made Wanita 

Wabup dihadapan Diklat Operator Junior Custom Made Wanita. (ist)

BATUSANGKAR – Sebanyak 40 remaja putri di Tanah Datar tengah mengikuti pendidikan dan latihan dibidang kerajinan seperti menjahit

Pendidikan dan Latihan (Diklat) 3 in 1 Operator Junior Custom Made Wanita Angkatan III Tahun merupakan kerjasama Balai Diklat Industri (BDI) Padang berlangsung hampir sebulan digelar di aula Gedung Promosi Batusangkar dibuka oleh Wabup Richi Aprian, Selasa (30/5)

Atas digelarnya keterampilan menjahit bagi remaja putri ini, Wabup menyatakan sangat beruntung dan kesempatan yang sangat luar biasa karena BDI Padang memilih Tanah Datar sebagai lokasinya.

Wabup berharap agar peserta dapat mengikutinya dengan serius. Diklat ini merupakan kesempatan akan dapat menimba ilmu dan skil di bidang kerajinan menjahit, dan ditambah lagi dukung Pemkab dengan berbagai fasilitasnya.

Baca Juga  Pacu Jawi Diakui Sebagai Warisan Budaya tak Benda Indonesia

Katanya, dalam mendukung program ini Pemkab Program Unggulan (Progul) Makan Rendang tentu akan membantu dan mendukungnya.

Menurutnya, iven Makan Rendang bertujuan untuk memberikan bantuan pinjaman modal dengan bunga rendah bagi usaha-usaha kecil di daerah dan agar terhindari dari para tengkulak atau rentenir

Wabup minta usai pelatihan nanti agar dibuat sebuah naungan atau koperasi yang dapat mewadahi para peserta untuk tumbuh dan berkembang lebih maju dan berdaya saing dalam dunia industri.

Hal senada diutarakan, Wakil Ketua Dekranasda Ny. Patty Richi Aprian. Menurutnya, Diklat ini sebagai upaya kepedulian Dekranasda bersama Pemkab untuk menambah keterampilan dan skil bagi masyarakat.

“Pemkab memfasilitasi dengan peralatan mesin jahit sehingga peserta dapat dengan maksimal mengikutinya dan pada akhirnya ini dapat mendukung progul daerah, Menciptakan 1000 Wirausahawan Baru,” ucapnya.

Baca Juga  Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Digelar di Tanah Datar

Ny. Patty Richi Aprian berharap agar peserta mengikuti dengan sungguh-sungguh sehingga lulus semua dan bisa melanjutkan dirumah atau ditempat usahanya masing-masing.

Sebelumnya, Kepala Balai Diklat Industri Padang Surya Agusman menyebut sesuai dengan peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 40 Tahun 2014 bahwa BDI ini mempunyai tugas memberikan pelatihan bagi calon tenaga kerja.

“Sesuai dengan program pokoknya BDI ini hanya memberi pelatihan berupa bordiran dan fashion, untuk bordiran ada tiga program yang diberikan seperti bordir manual, bordir high speed dan bordir komputer,” ujarnya. Dipilihnya daerah ini, tambah Surya, karena sudah ada tempat dan peralatan mesin jahitnya. (ydi)