Realisasi Vaksin Tahap I Rendah, Gubernur Minta Komitmen Kepala Daerah

  • Whatsapp
Wako Bukittinggi H.Ramlan Nurnatias terlihat sedang menjalani vaksinasi Cohid 19 yang kedua. (asrial gindo)

PADANG-Vaksinasi tenaga kesehatan di Sumbar tidak mencapai target. Vaksinasi covid-19 tahap I yang ditargetkan 100 persen pada 21 Februari ternyata tidak tercapai.

“Kabupaten/kota masih banyak yang belum bisa merealisasikan. Itu kita harapkan dapat diselesaikan,” sebut Penjabat (Pj) Gubernur Sumbar, Hamdani, Senin (22/2).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, intinya saat ini Pemprov berupaya untuk menuntaskan target vaksinasi bagi tenaga kesehatan di Sumbar. Jika ada tenaga kesehatan yang menolak, maka sudah ada aturan mengatur itu, termasuk sanksinya.

Menurutnya, komitmen bupati/walikota diperlukan untuk mensukseskan vaksinasi covid-19. Terutama tenaga kesehatan, karena tenaga kesehatan bisa menjadi menjawab keraguan masyarakat untuk mau divaksin. “Sekarang komitmen bupati/walikota diperlukan. Karena daerah hanya menggunakan, pengadaan semuanya ada di pusat. Ini perlu dituntaskan,” sebutnya.

Sebelumnya, Hamdani menyebutkan dari 34 provinsi di Indonesia, Sumbar hanya masuk 20 besar. Hal itu berbeda jauh dengan upaya pengendalian Covid-19 yang berjalan dengan sangat baik. Testing harian yang dilakukan Pemprov Sumbar menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi menyebutkan vaksinasi Covid-19 tahap I di Sumbar hingga Senin (22/2) sudah mencapai 80,1 persen untuk suntikan pertama dan 36,4 persen untuk suntikan kedua. “Prosesnya masih terus berjalan. Kita pastikan penerima suntikan pertama untuk menerima suntikan kedua,” kata Arry.

Dikatakannya, kendala yang dihadapi dalam vaksinasi tersebut terkait kesehatan sasaran. Sebagian besar karena hipertensi, dan diabetes. Dinas kesehatan terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk menyosialisasikan manfaat guna mensukseskan program vaksinasi.

Arry mengatakan masa berlaku vaksin tahap pertama masih cukup panjang hingga Juli 2021. Meski terlambat dari target, tetapi masih ada waktu agar vaksinasi bisa terlaksana. (104/107)

Pos terkait