PADANG – Literasi menjadi hal yang penting untuk kemajuan bangsa. Salah satu upaya peningkatan literasi adalah dengan meningkatkan pengelolaan perpustakaan. Pengelolaan digital perpustakaan sebagai wujud modernisasi kegiatan literasi di Indonesia. Perpustakaan yang dulunya monoton akan lebih menarik jika dikelola secara digital. Selain memudahkan akses pengunjung perpustakaan, pengunjung juga dapat mengetahui koleksi buku yang ingin dibaca.
PKBM Gempita sebagai salah satu lembaga pendidikan nonformal yang berlokasi di Pasa Lalang, Kec. Kuranji, Padang. PKBM ini telah menyediakan perpustakaan atau taman bacaan untuk warga belajar dan warga masyarakat sekitar. Koleksi buku cukup banyak yang terdiri dari berbagai bidang ilmu. Namun, pengelolaan perpustakaan masih secara manual.
Pengelolaan taman bacaan buku di PKBM Gempita belum maksimal. Masih banyak buku yang belum terinventarisasi dengan baik. Banyak buku yang hilang dan sulit dilacak peminjamannya. Penataan buku yang belum ditata dengan baik. Hal tersebut cukup disayangkan sehingga perlu pengelolaan buku dengan baik, salah satunya dengan pengelolaan secara digital.
Dosen STKIP Ahlussunnah yang tergabung dalam satu tim, yaitu Hasmi Novianti, M.Pd., Witri Annisa, M.Pd., Alexander Syam, M.Pd., dipercaya membantu PKBM Gempita untuk membenahi perpustakaan mini secara digital oleh Kemendiktisaintek dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pendanan tahun 2025. Program tersebut sebagai wujud pengabdian dosen dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi yang disponsori oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dosen STKIP Ahlussunnah juga bekerja sama dengan Tim Perpustakaan dari Universitas Negeri Padang (UNP) untuk memberi pelatihan pengelolaan perpustakaan mini secara digital di PKBM Gempita. Kegiatan pelatihan terdiri atas pelatihan penginventarisan koleksi buku berbasis digital dan pelatihan manajemen pengelolaan perpustkaan berbasis digital di Perpustkaan Mini PKBM Gempita pada tanggal 13—14 September 2025.
Tim dari Perpustakaan UNP, terdiri atas Prof. Dr. Asrul Huda, M.Kom., Ridha Prima Adri, S.Sos., dan Wiwi Sartika, S.Sos., Firdaus, S.Kom. Pengelolaan buku dilakukan melalui dua cara, yaitu secara manual dan secara digital. Secara manual, dilakukan dengan tiga langkah, yaitu penstempelan buku hak milik, penginventarisan koleksi buku pada buku manual, pelabelan buku, dan penyampulan.
Selanjutnya, secara digital, dilakukan penginputan data di buku inventaris sehingga buku terdata secara jelas. Pengelolaan secara digital dilakukan dengan menggunakan aplikasi SLIM Akasia.9.
“Tujuan dari pelatihan dalam program PKM ini adalah agar dapat dilakukan pemanajemenan pengelolaan buku-buku di perpustakaan yang melalui pelatihan dan pemasangan perangkat Slim Akasia.9 sehingga terbentuknya perpustakaan mini,” ujar Hasmi Novianti, salah anggota Tim PKM dari STKIP Ahlussunah.
Lebih lanjut, sebut Hasmi Novianti, perpustakaan tersebut akan digitalkan melalui web PKBM Gempita. Tim Dosen STKIP Ahlussunnah akan membantu memfasilitasi pembuatan Web untuk PKBM Gempita agar mempermudah akses informasi, termasuk informasi perpustakaan mini PKBM Gempita nantinya. Proses pembuatan web masih berlangsung. (*)












