Agam – Ratusan siswa SMAN 3 Lubuk Basung mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan selama 15 hari berturut-turut yang dimulai sejak 15 Februari hingga 13 Maret 2026 mendatang di Masjid Nurul Ilmi SMAN 3 Lubuk Basung.
Kepala SMAN 3 Lubuk Basung Hilda Sridewita ikut didampingi 4 orang wakil kepala sekolah. Riri Jayanti Mandasari SPd wakil Kurikulum, Mira Eka Marsusi SPd Wakil Kesiswaan, Lenny Desridawati S.Sos Wakil Sapras dan Pandi Firman SPd sebagai wakil Humas, dan Rahman sebagai Pimpinan Tim Sertifikasi Sekolah.
Hilda Sridewita, Selasa (3/3) berharap dari hasil kegiatan Pesantren Ramadhan selama 15 hari terakhir mampu menjalin silaturahmi antar siswa dan lingkungan sekolah, juga semakin meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui sejumlah program pembinaan keagamaan seperti pelaksanaan ibadah shalat wajib, sunat Dhuha,juga penyelenggaraan jenazah dan implementasi perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentunya siswa mampu memperkuat dirinya dalam pembentukan karakter, baik dalam proses pembelajaran juga perilaku sehari-hari dimana saja berada,” katanya.
Dan juga taat dalam menjalankan ibadah dan mewujudkan akhlaq karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator Lapangan Pesantren Ramadhan, Hola Devina, menjelaskan, kegiatan yang dilakukan menghadirkan sejumlah narasumber dalam dan luar negeri demi mewujudkan optimalisasi pembinaan siswa secara berkelanjutan.
“Siswa mengikuti sejumlah materi pembelajaran seperti ibadah shalat, dhuha, wajib dan juga penyelenggaraan jenazah,” katanya.
Dalam momen ramadhan tersebut, siswa akan diasah kemampuannya dalam bentuk lomba tilawah atau Tahfiz atau juga praktek shalat jenazah dan lainnya.
Selain itu, siswa dipantau kegiatan keagamaan saat di rumah, baik dalam mengikuti ibadah tarwih dan melaporkan kehadirannya di tempat mereka berkegiatan secara digital.
Adapun dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Syekh Muhammad Mustafa Badawy dari Suriah sebagai penceramah terkait dengan penjelasan akhir zaman.
Diharapkan dari kegiatan yang diterapkan tersebut, siswa dapat melaksanakan ibadah dan kegiatan positif lainnya dengan penuh semangat, kesadaran yang tinggi, sehingga tidak lagi ada rasa keterpaksaan dalam menjalankan aktifitas sebagai siswa, anak dan kegiatan lainnya yang ada.(*)












