PARIKMALINTANG – Tanpa pemberitahuan, tiba-tiba ratusan pejabat eselon II dan III, termasuk camat dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman, Senin (28/4) pagi, diharuskan ikut tes urine.
Bupati John Kenedy Azis, Wakil Bupati Rahmat Hidayat dan Sekda Rudy Repenaldi Rilis juga ikut. Bahkan yang pertama diambil urinenya.
Dinas Kominfo Padang Pariaman merilis bahwa ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah menjaga integritas dan kedisiplinan para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Porgram tersebut dilaksanakan Dinas Kesehatan bersama pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provisi Sumbar dan BNN Polres Padang Pariaman.
Disebutkan, tes urine diawali oleh bupati. Kemudian wakil bupati dan Sekda. Setelah itu baru dilanjutkan terhadap seluruh pejabat eselon II dan III yang hadir.
“Tes ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah bersih dari penggunaan narkoba dan zat terlarang lainnya,” terangnya.
Sebelum tes urine dilaksankaan, Bupati John Kenedy Azis pagi itu sengaja mengundang para pejabat untuk hadir mengikuti rapat evaluasi dan koordinasi.
Rapat digelar dan, disaat itu bupati menegaskan pentingnya menjauhi narkoba serta berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya, seperti judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol).
“Narkoba itu merusak. Tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan dan karier seseorang. Karena itu saya mengetuk hati kita semua, jangan pernah terlibat dengan narkoba, judi online, maupun pinjaman online ilegal,” kata bupati, kutib Diskominfo.
Bupati juga menyampaikan bahwa tes urine merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, profesional, dan berintegritas.
“Tes ini bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan bahwa seluruh pejabat kita benar-benar bersih dan menjadi contoh bagi masyarakat,” ujarnya.
“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen untuk terus mengawal dan memperkuat integritas ASN di lingkungannya, yaitu sejalan dengan upaya nasional dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dan praktik ilegal lainnya,” ulas bupati.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Dr Efriyeni mengungkapkan bahwa tes urin tersebut dilaksanakan Bersama pihak BNN Provinsi dan Polres setempat. Pemeriksan bisa diketahui langsung hasilnya.
“Tes urine dilakukan secara acak. Tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ini untuk memastikan kejujuran dan objektivitas hasil pemeriksaan,” jelas Efriyeni. (213)












