Ratusan Ninik Mamak Sijunjung Mengikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas

Foto bersama

PADANG-Dinas Kebudayaan Sumbar kembali menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas pada 26 November 2022. Kali ini pesertanya para pemangku adat dari Kabupaten Sijunjung.

Gubernur Sumbar,Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya mengatakan Tungku Tigo Sajarangan merupakan kepemimpinan yang saling berkaitan serta memiliki peran penting dalam roda kepemimpinan beradat, beragama, dan berpengetahuan.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Pedoman Pengamalan “Adat Basandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru” bahwa Tungku Tigo Sajarangan adalah kepemimpinan kolektif masyarakat Minangkabau, yang terdiri dari ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai.

“Filosofi tugas dari Tungku Tigo Sajarangan dalam kepemimpinan di Minangkabau ialah memecahkan setiap persoalan yang ada, harus dibicarakan secara bersama dengan sistem musyawarah mufakat. Dalam sistem ini tidak terdapat pihak yang dimenangkan, dan tidak ada pihak yang dirugikan, karena mencari solusi terbaik untuk kemaslahatan bersama,” sebut Mahyeldi.

Dijelaskannya,tugas niniak mamak selaku pemangku adat di Minangkabau bisa dibilang cukup berat. Niniak Mamak dituntut harus mempunyai 4 sifat utama yang merujuk kepada sifat kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW, yang disebut dengan Sifat Panghulu Nan Ampek yaitu siddiq (benar),tabligh (menyampaikan), amanah (dipercaya) dan fathonah (cerdas).

“Seluruh kecerdasan yang dimiliki niniak mamak dipergunakan untuk melindungi anak kemenakan, suku, korong kampuang dan nagarinya seperti yang dikatakan oleh ungkapan adat laluak paku kacang balimbiang. Tampuruang lenggang lenggokkan. Baok manurun ka saruaso. Tanamlah siriah jo ureknyo. Anak dipangku kamanakan dibimbiang. Urang kampuang dipatenggangkan. Tenggang nagari jan binaso. Tenggang sarato jo adaiknyo,” sebutnya.

Selain harus memiliki Sifat Nan Ampek, kata Mahyeldi, seorang niniak mamak juga memiliki peran dan tanggungjawab besar dalam menghadapi ancaman degradasi moral yang terjadi pada generasi muda yang merupakan anak dan kemenakan dilingkungannya.