Ratusan Hektare Lahan Rusak, Satu Keluarga Mengungsi

Salah satu titik banjir dan longsor di Situjuah. Bayu

LIMAPULUH KOTA- Empat nagari di Situjuah, Limapuluh Kota, dilaporkan rusak setelah diterjang longsor dan banjir, Rabu (18/4) malam. Bencana dipicu hujan deras dan adanya aktifitas pembukaan lahan. Mujur, tidak ada korban jiwa. Kerugian material ditaksir miliaran rupiah.

Di sisi lain, satu keluarga terdiri tujuh orang terpaksa mengungsi di Jorong Sialang, Nagari Tungkar.
“Iya, ada satu keluarga yang mengungsi. Jumlahnya 6 sampai 7 orang,” kata Syahrul Isman, Pjs Walinagari Tungkar, Situjuah Limo Nagari, Kamis (19/4) sore.

Selain di Tungkar, banjir dan longsor juga menghantam nagari Situjuah Batua, Nagari Situjuah Banda Dalam dan Nagari Situjuah Ladang Laweh.

“Ada ratusan hektare lahan milik warga dan petani, baik sawah atau perkebunan, yang kena dampak,” sebut Syaiful, Camat Situjuah.

Di Tungkar, selain mengakibatkan satu keluarga mengungsi, sebanyak 35,5 hektare lahan juga rusak. Baik sawah ataupun perkebunan milik warga. Untuk lahan ini saja, Pemerintahan Nagari Tungkar menaksir, kerugian Rp1.085.400.000,-.

Kemudian, rumah terdampak longsor terdata sebanyak 5 unit dan terdampak banjir 12 unit. “Kerugian akibat rumah yang rusak ini, berkisar Rp35 juta,” ulas Syahrul Isman. Tidak sampai di sana, kolam ikan larangan milik kelompok masyarakat juga rusak.

Teruntuk kolam ikan ini, kerugian materialnya mencapai Rp24.000.000,. Setelah itu, saluran irigasi juga jebol di 5 titik. “Untuk saluran irigasi, kerugian kisaran Rp200.000.000,-an,” tukuk Syahrul Isman didampingi Sekretaris Nagari Syafriwan.

Berikut, Pemnag Tungkar bersama Bamus juga merilis, data kerugian akibat tanah longsor yang menyumbat badan jalan serta pemukiman umum lainnya, senilai Rp240.000.000,-. “Itu data sementara yang kami hitung dari seluruh titik bencana,” aku Syahrul Isman dan Yusrizal Dt Pado, Wanag terpilih Tungkar.(Bayu)

Loading...