Rakor se- Sumatera, Mahyeldi Sampaikan  Rencana Tumbuhkan Ekonomi

Mahyeldi

PEKANBARU – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi, bersama sembilan gubernur lainnya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se-Sumatera Tahun 2022 di Ballroom Hotel Premiere Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (30/6).

Rakor membahas beberapa poin diantaranya pemerataan beberapa infrastruktur seperti jalur logistik Trans Sumatera, kemudian membahas tentang kondisi infrastruktur perbatasan dan truk over dimension over load, dan hilirisasi sumber daya alam. Selain itu jiga dibahas penguatan jaringan pariwisata dan ekonomi kreatif, percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem, pembangunan rendah karbon, dan lainnya.

Mahyeldi, dalam pertemuan tersebut menyampaikan empat usulan terkait perencanaan terintegrasi di pulau Sumatera, yakni pembangunan infrastruktur, dana kompensasi penjualan karbon (carbon trading), penguatan peran pemerintah provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, serta tindaklanjut terkait penghapusan tenaga honorer 2023 mendatang.

“Seperti pembangunan Tol yang ditargetkan selesai pada 2024, menurut saya pembangunan tersebut tidak dibatasi oleh waktu habis masa jabatan seorang kepala daerah, melainkan berkelanjutan,” ujar gubernur.

Ia juga membahas terkait dana kompensasi perdagangan karbon trade di beberapa kabupaten/kota yang memiliki hutan lindung yang sampai saat ini masih belum jelas apakah daerah tersebut mendapatkan hak kompensasi dalam bentuk DAK.

“Daerah Sumatera ini paru-paru Indonesia, seharusnya juga daerah yang memiliki hutan lindung harus mendapatkan konstribusi karena kitalah memelihara hutan, menjaga, dan merawatnya,” ungkap buya.

Mahyeldi juga membahas terkait sinergitas antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat, dan pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya jika sinergitas ini terus berjalan dengan baik, tugas pemerintah provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Setiap daerah mempunyai keunggulan dan potensi masing-masing, jika hal ini di sinergikan dengan perencanaan yang matang, hal tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah,” kata gubernur.

Diakhir usulannya ia juga membahas terkait penghapusan tenaga honorer agar direnungkan kembali. Ia mengatakan menurut data ada 300 ribu orang yang menjadi tenaga honorer, jika masing-masing tenaga honorer tersebut merupakan kepala keluarga, kurang lebih ada satu 1,2 juta penduduk yang akan merasakan dampak oleh rencana penghapusan tenaga honorer tersebut.

Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Watimpo, yang membuka rapat koordinasi tersebut menyambut baik berbagai usulan dari kesepuluh gubernur se-sumatera tersebut. Ia berharap rakor yang diadakan secara tahunan ini dapat dibentuk ketua forumnya sehingga kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan dapat diteruskan ke kementerian dan atau lembaga terkait.

“Saya bersedia memfasilitasi agar para kepala daerah dengan mudah bertemu dengan pemerintah pusat untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi dan saran dari para kepala daerah,” katanya.

Ia juga mengatakan rakor gubernur se-Sumatera ini dapat menghasilkan sinkronisasi dan harmonisasi perencanaan pembangunan yang strategis melalui Rakortekrenbang.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Oktorialdo, mengatakan Bappenas sekarang ini sedang menyusun RPJP tahun 2022 – 2045.

“Terkait memasukkan rencana terintegrasi di Sumatera hal ini perlu ditinjau kembali, dan hal tersebut akan menjadi usulan dalam penyusunan RPJP tahun 2022 – 2045 mendatang,” pungkasnya. (Via/MMC)