Rakesnas Apkasi Ke XIV, Sutan Riska Usulkan Penambahan Anggaran untuk Daerah

Roni Aprianto / Wartawan Muda

Ketum Apkasi, Sutan Riska Tuanku Kerjaan memberikan cendramata kepada Mendgari, Tito Karnavian Dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke XIV.(roni)

BOGOR– Pagi itu cuaca di kawasan Pullman Ciawi Vimala Hills Hotel tanpak cerah.

Matahari menyembul dibalik himpitan awan menyinari hunian kalangan High Class yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Jarum jam menunjukkan pukul 09.00 WIB, kendati sinar mentari menerpa kulit, namun dinginnya udara di kota hujan tersebut masih saja terasa menggelitik lubang pori- pori.

Kendaraan roda dua dan empat datang silih berganti mengantarkan para tamu Pulman Ciawi Vimala Hills Hotel. Tubuh mereka dibalut stelan maskulin dan feminim.

Lebih kurang satu kilometer menjelang pusat acara, berjejer ratusan bendera berukuran sedang dari 416 kabupten se Indonesia, berkibar- kibar menyambut para tamu undangan.

Rupanya Hari itu, Sabtu (19/6/2022) dilangsung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke XIV Apkasi di Covention Pulman Ciawi Vimala Hills Hotel.

Di sisi lain, di sepanjang jalan pusat acara bediri pula hunian berkaristik mewah, taman bunga nan indah dan pohon- pohon rindang berukuran sedang, menyejukkan pandangan. Ratusan karangan bunga bertuliskan ucapan selamat pun tertata rapi di depan pintu masuk Pulman Ciawi Vimala Hills Hotel.

Sejumlah menteri kabinet Presiden RI Joko Widodo hadir bersama 250 bupati, pejabat daerah, kepala OPD serta ratusan undangan lainnya. Sekira pukul 09.30 WIB suara mikrovon pembawa acara menggema mengisi ruang- ruang kosong Vimala 3 Hills tanda acara sudah dimulai.

Kursi para peserta Rakernas Apkasi tersusun rapi. Kerua Umum Apkasi, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, duduk paling depan bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, Wamendagri, Jonh Wempi Wetipo dan lainnya.

Tepuk tangan para perserta Rapat Kerja Nasional ( Rakernas) ke XIV Apkasi di Covecion Center Pullman Ciawi Vimala Hills Hotel bergemuruh ketika Master Of Ceremony kegiatan mempersilakan Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan, naik ke pentas.

Dengan senyum menawan dan merekah serta dengan gerak tubuh berwibawa bupati Dharmasraya, Provinsi Sumbar itu melangkah naik ke atas pentas yang didekorasi apik.

Dengan lisan yang hangat dan santun, Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyapa seluruh tamu undangan.

Diawal dan diakhir kata sambutan, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, membaca pantun bernuansah jenaka sembari disambut ucapan, ” Cakep, Cakep”, serta ketawa lepas para peserta Rakernas. Suasana keakraban dan persahabatan terasa begitu kental.

Lanjut Sutan Riska Tuanku Kerajaan, tema Rakernas Apkasi kali ini, mengkalaborasikan antara pemerintah daerah dengan pusat untuk menyongsong KTT G20 dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang kuat dan berkelanjutan.

“Dengan semangat Kolaborasi kita sukseskan KTT G20 dan kita percepat pemulihan ekonomi nasional yang hampir dua tahun ini morat marit akibat pandemi, ” ucapnya.

Kata orang nomor satu Apkasi ini , satu tahun kepengurusan Apkasi periode 2021-2026, pihaknya telah melaksanakan 34 kegiatan besar.

Baik itu kegiatan bersifat advokasi, penguatan kapasitas daerah, peningkatan ekonomi lokal dan kegiatan yang bersifat sosial telah dilaksanakan.

“Hubungan baik kita dengan Kementrian Dalam Negeri, beberapa kegiatan dan kebijakan yang ada di daerah mampu kita bawa ke pusat untuk disampaikan ke presiden. Bahkan pak menteri memberikan perhatian khusus kepada Apkasi,” jelasnya.

Sutan Riska Tuanku Kerajaan menambahkan, beberapa tahun belakangan ini kepala daerah se Indonesia mengencangkan ikat pinggang lantaran refocusing anggaran yang selalu terjadi. Insya Allah pada 2022 dan 2023 tidak terjadi kembali.

“Kami butuh dukungan keuangan yang banyak karena dua tahun ini kita tidak bisa membangun seperti biasanya. Mohon kami dukungan pak menteri agar menyampaikan ini kepada presiden, dan di 2023 tolong dilebihkan anggaran pembangunan atau melalui DAK dan impress agar pembangunan infrastruktur jalan kabupaten bisa dari APBN langsung,” katanya.

Di sisi lain Sutan Riska juga menyebutkan, saat dirinya dan korwil turun ke daerah daerah seluruh Indonesia, ada beberapa persoalan yang dibawa untuk dibahas di Rakernas.

Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah nomor 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja terkait dengan Penghapusan pegawai honorer.

“Kami mohon nanti ini menjadi masukan kepada Pak Men-PAN dan presiden untuk ditunda supaya hal ini tidak menjadi masalah di kabupaten seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, bapak menteri tahu yang nantinya dikejar – kejar atau menjadi masalah adalah bupati seluruh Indonesia.

Untuk itu dimohonkan perhatian pak mentri untuk mempertimbangan mandat yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018.

Mungkin gubernur juga merasakan hal yang sama dengan para bupati dan walikota se Indonesia.

Di sisi lain lanjut Sutan Riska, yang menjadi isu dalam beberapa tahun yang belum terealisasi adalah bentuk komitmen dari kepala daerah dengan para mentri.

“Kami juga telah mengundang beberapa mentri dalam Rakernas Apkasi ini, namun tidak semuanya bisa hadir. Kami berharap pertemuan Apkasi ini adalah pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di daerah dengan pemerintah pusat,” terangnya.

Lanjut bupati dua periode ini, seluruh bupati yang tergabung dalam Apkasi ada untuk memberikan solusi dan saran, supaya aturan-aturan tidak bertabrakan dan menjadi permasalahan yang berkelanjutan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka secara resmi rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) tersebut.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Ketum Apkasi, Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan para pengurus Apkasi yang telah menginisiasi rakernas XIV tersebut.

“Bahas saja beberapa konsep dan tawaran yang ingin disampaikan ke pak presiden, nanti bersama kita sampaikan. Konsep harus jelas dan terarah, ” kata mantan kapolri itu.

Mantan Kapolri ini menyampaikan kepada para bupati seluruh Indonesia, bahwa ada 3 hal yang penting bagi strong leader (pemimpin yang tangguh) yakni memiliki power (kekuasaan) tanpa kekuasaan tidak akan bisa menjadi kuat, kemudian memiliki follower dan memiliki konsep.

“Selamat ber rakernas, kami tunggu ide dan saran serta solusi dalam membangun Indonesia kedepan untuk lebih maju lagi,” pungkasnya.(***)