Pustaka di Daerah Harus Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat

oleh
Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Alfiandri, memberikan sambutan pada pembukaan bimtek pengembangan perpustakaan bagi perangkat pemerintah daerah terendah. Ist

PADANG-Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar menggelar bimbingan teknis pengembangan perpustakaan untuk  perangkat pemerintah terendah di daerah. Melalui bimtek diharapkan diharapkan peserta mampu mengelola perpustakaan di wilayah masing-masing.

Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Alfiandri mengatakan pelaksanaan bimtek yang berlangsung sejak 10 hingga 12 Oktober 2018 merupakan kegiatan sangat penting sebagai perwujudan kepedulian dan keseriusan pihaknya dalam merealisasikan materi dari Undang – Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, mewujudkan usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat mengembangkan potensi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional,” katanya pada pembukaan bimtek Rabu (10/10) di Axana Hotel.

Menurutnya, perpustakaan sebenarnya telah hidup dalam aktifitas masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan, sebab sebagian besar masyarakay pernah mengecap pendidikan dan sudah terbiasa membaca buku.

“Salah satu cara belajar untuk membentuk kepribadian yang bermutu ialah melalui membaca. Makanya mari terus kita kembangkan kegiatan membaca. Mulai dari rumah sendiri, tularkan ke anak-anak, lingkungan tempat tinggal hingga masyarakat luas,” ajak Alfiandri.

Disebutkannya, dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki masyarakat, maka menumbuhkan minat belajar masyarakat melalui membaca di perpustakaan, perlu diperhatikan dengan menyediakan buku–buku pada berbagai jenis perpustakaan yang ada. Salah satunya melalui perpustakaan nagari. Sebab nagari sebagai pusat pemerintahan terdepan merupakan ujung tombak dalam pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat dengan berbagai keragaman urusannya senantiasa berkumpul di pusat pemerintahan terdepan.

“Sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat, pemerintahan nagari/ kelurahan dituntut untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya.Dengan keterbatasan yang dimiliki oleh masyarakat perlu didukung dengan menyediakan berbagai fasilitas. Salah satunya di bidang informasi,” ujarnya.

Pustaka merupakan salah satu sumber informasi dan sumber ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Apa yang terjadi disatu tempat dapat diketahui dari tempat yang lain dengan segera melalui buku, majalah, surat kabar, film, video dan jaringan informasi lainnya sesuai dengan kemajuan teknologi informasi.


Sudah banyak organisasi telah mengenal arti perpustakaan seperti taman bacaan yang dikelola masyarakat, walaupun dalam keadaan sederhana. Perpustakaan yang baik selayaknya dapat memberikan keterampilan bagaimana mencari dan menemukan informasi dalam perpustakaan dengan koleksi yang mencakup banyak hal, agar masyarakat dapat belajar mandiri dengan menggunakan bahan-bahan pustaka yang tersedia,” katanya lagi.

Dengan adanya perpustakaan dan meningkatnya keinginan membaca masyarakat diharapkan membawa perubahan sikap mental masyakatnya yang senantiasa terikat dengan kebutuhan akan perubahan. Dengan bacaan yang dibaca akan menumbuhkan wawasan dalam memahami berbagai perubahan. Bahkan saat ini perpustakaan diharapkan dapat menjadi bagian dari peningkatan perekonomian masyarakat miskin.

“Pengelola perpustakaan nagari, desa, kelurahan haruslah bisa menciptakan perpustakaan sebagai pusat berkegiatan oleh masyarakat, mengembangkan potensi diri,kewirausahaan bahkan pemasaran produk-produk lokal unggulan masing-masing nagari desa. Pemerintah Pusat dalam hal ini Perpustakaan Nasional R.I bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat telah memprogramkan untuk menumbuhkembangkan perpustakaan diberbagai organisasi baik pemerintah, swasta dan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan yang sedang dilaksanakan pada hari ini,” ujarnya lebih jauh.

Dengan lahirnya Permendes Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018 yang salah satu prioritas tersebut adalah untuk perpustakaan, maka diharapkan perpustakaan nagari/desa akan semakin kuat dan berkembang. Hal ini sejalan dengan apa yang sudah dicanangkan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada bulan Februari 2017, yaitu “Gerakan Sumatera Barat Membaca”.

Gerakan ini basisnya adalah berada pada nagari, desa, kelurahan yang ada pada 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Unsur-unsur yang diperlukan dalam pengelolaan perpustakaan adanya ruang ataau gedung, koleksi buku-buku, tenaga pengelola, anggaran, sistem dan masyarakat pengguna perpustakaan. Maka unsur yang paling berpengaruh adalah tenaga pengelola. Seseorang pengelola perpustakaan selayaknya memiliki pengetahuan pendidikan teknis perpustakaan, sehingga memiliki wawasan bagaimana agar perpustakaan yang dikelolanya ramai dikunjungi dan diminati para pengguna.

“Kepada peserta bimtek tertumpang harapan pemerintah untuk meningkatkan mutu pengelolaan perpustakaan nagari dan desa, agar menjadi lebih baik. Setelah mengikuti bimtek ini diharapkan peserta dapat menumbuhkan dan meningkatkan fungsi perpustakaan dilingkungan masing-masing,” katanya.

Disamping tersedianya bahan bacaan beserta fasilitas lainnya yang diperlukan, dan yang paling penting adalah mempraktekkan pengetahuan yang telah dimiliki dan menularkan pengetahuannya kepada petugas lainnya sehingga masyarakat sekitar dapat memanfaatkan perpustakaan secara mudah dan menyenangkan.  (107)

Loading...