Puskesmas Air Santok Jadi Percontohan Nasional Penerapan Integrasi Layanan Primer

PARIAMAN – Puskesmas Teluk Singkawang dan Puskesmas Pulau Temiang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, melakukan studi tiru penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) ke Puskesmas Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Sabtu (9/8).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ILP merupakan inovasi Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hingga tahun 2022, capaian SPM secara nasional belum mencapai 100 persen, sehingga pemerintah menargetkan seluruh puskesmas harus terintegrasi.

“Puskesmas Air Santok menjadi percontohan ILP di Kota Pariaman, Sumatera Barat, sekaligus salah satu dari lima daerah terbaik di Indonesia,” ujarnya kepada Tim Peliput Media Center Kominfo Kota Pariaman.

Nazifah menambahkan, Kementerian Kesehatan telah memberikan penghargaan kepada Puskesmas Air Santok karena menjadi puskesmas dengan kunjungan terbanyak. Hingga kini, sudah ada 61 kabupaten/kota dari seluruh Indonesia yang melakukan studi tiru ke puskesmas tersebut.

Baca Juga  Prosesi Tabuik di Mulai 16 Juni, Pemko Pariaman Matangkan Persiapan 

Ia juga menuturkan, dampak ILP tidak hanya dirasakan pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga pada perekonomian daerah. Hal ini karena rombongan studi tiru biasanya menginap dan berbelanja di Kota Pariaman.

Kepala Puskesmas Air Santok, Isneli Warni, menjelaskan bahwa program ILP sudah berjalan sejak 2023. Sejak diterapkan, pelayanan di Puskesmas Air Santok mengalami perubahan signifikan, terutama pada sistem layanan.

Jika sebelumnya layanan bersifat terpisah, kini dengan ILP layanan disesuaikan dengan siklus hidup dan terbagi menjadi empat klaster utama serta satu klaster lintas kelompok umur.

“Dulu ada layanan poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan poli Balai Pengobatan. Sekarang layanan dibagi berdasarkan siklus kehidupan dan kelompok umur: klaster 1, klaster 2, klaster 3, klaster 4, dan klaster 5 (lintas klaster),” jelasnya.

Baca Juga  Siswa tak Mampu di Kota Pariaman Dapat Bantuan Seragam

Klaster tersebut meliputi manajemen, layanan kesehatan untuk ibu hamil, bayi, balita, dan remaja; layanan untuk usia produktif hingga lansia; serta penanggulangan penyakit menular.

Isneli, yang menjabat sejak 2022, juga kerap diundang menjadi narasumber di berbagai daerah di Sumbar dan sering berdiskusi langsung dengan Direktur Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI.

Sebagai bagian dari transformasi kesehatan nasional, Kemenkes RI tengah mendorong penerapan ILP dengan tiga pilar utama: penerapan siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan, mendekatkan layanan hingga ke desa dan dusun, serta memperkuat pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan dashboard situasi kesehatan per desa. (agus)