Prospek Energi Baru Terbarukan Menjanjikan

  • Whatsapp
Narasumber saat menyampaikan paparannya. (ist)

PADANG –   Energi fosil untuk pembangkit tenaga listrik masih dibutuhkan, dan memegang peranan penting, namun itu akan berakhir pada masanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, energi baru dan terbarukan dibutuhkan, diantaranya dengan energi bio massa dengan bahan bakar bambu seperti yang sudah diterapkan di Mentawai.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi publik media massa dan mahasiswa yang diadakan IWO Sumbar dengan menggandeng mitra diantaranya Pemkab Mentawai dan PLN Sumbar, di s alah satu kafe di Padang, Rabu (9/10).

Diskusi mengupas tuntas energi terbarukan menghadirkan pembicara, GM PLN Bambang Dwiyanto, Kepala Bappeda Mentawai Naslindo, Dekan Fakultas Teknik Unand Insannul Kamil dan Ketua Bidang Sumber Daya Energi Kelistrikan Kadin Sumbar Jhon.

Naslindo dalam paparannya mengatakan, dengan pembangkitan listrik bio massa, 4 efek positif akan didapatkan, daerah menjadi terang, udara menjadi bersih, wisata menjadi bertambah dan ekonomi kerakyatan berkembang.

“Energi terbarukan bio massa di Mentawai baru bisa menerangi 3 desa, namun besok pasti akan meluas untuk semua daerah, saat ini menunggu apakah ada pengusaha yang mau investasi,” tantang Naslindo.

GM PLN Bambang Dwiyanto menambahkan, gebrakan Keala Bapeda perlu diapresiasidan harus bisa didukung, agar energi terbarukan bisa meluas ke seluruh Indonesia.

Ditambahkan Insannul Kamil, apa yang dilakukan Naslindo merupakan pelajaran terbaik bagi dunia, dengan pembangkitan bio masa yang bisa menstabipkan udara.

Memang semua itu memiliki kendala, namun semua itu bisa daiatasi jika inovasi energi terbarukan, karena ke depan Indonesia akan berbalik menjadi importir batu bara, maka energi baru terbarukan adalah solusi.

Sekaitan dengan hal energi terbarukan, Kadin Sumbar siap mendukung, dengan ketentuan regulasi yang jelas, baik perizinan maupun lainnya. (rahmat)

Berita Terkait