PARIAMAN — Prosesi budaya Hoyak Tabuik Piaman tahun 2025 resmi dimulai dengan pelaksanaan tradisi “Maambiak Tanah” atau pengambilan tanah. Tradisi ini dilakukan secara terpisah oleh dua kelompok Tabuik: Tabuik Subarang dan Tabuik Pasa, pada Jumat (27/6), di lokasi berbeda.
Anak Tabuik Subarang mengambil tanah di aliran Batang Air, dekat Jembatan Pauh, Desa Pauh, Kecamatan Pariaman Tengah. Prosesi dimulai setelah salat Ashar. Rombongan bergerak dari Rumah Tabuik yang terletak di dekat Kantor Wali Kota Pariaman, diiringi tabuhan tambua tansa (gendang khas Minang). Setibanya di lokasi, perwakilan dari kelompok Tabuik turun ke dasar sungai untuk mengambil tanah sebagai simbol awal prosesi Tabuik.
Sementara itu, Anak Tabuik Pasa melaksanakan prosesi serupa di Sungai Pakai Gelombang, Kelurahan Amal Gelombang, Kecamatan Pariaman Tengah, juga dengan iringan tambua tasa menuju lokasi pengambilan tanah.
Seluruh prosesi Maambiak Tanah berlangsung dalam pengawasan ketat dari pihak Polres Pariaman, Kodim 0308/Pariaman, Satpol PP dan Damkar, serta Dinas Perhubungan Kota Pariaman, demi kelancaran dan keamanan acara.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Ferialdi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Maambiak Tanah tahun ini berjalan lancar dan sukses, menjadi pertanda awal yang baik bagi rangkaian prosesi Hoyak Tabuik 2025.
“Alhamdulillah, seluruh prosesi Maambiak Tanah baik oleh anak Tabuik Subarang maupun Pasa berlangsung tertib dan sesuai dengan adat budaya yang telah diwariskan turun-temurun,” ujar Ferialdi. (agus)












