Program RISE Maybank Jadikan Penyandang Disabilitas Lebih Berdaya

oleh
Program RISE Maybank Jadikan Penyandang Disabilitas Lebih Berdaya. Ist

 

Hendri Nova

Wartawan Topsatu

 

Jika boleh memilih, tak ada satupun manusia yang ingin terlahir cacat. Namun jika Tuhan Yang Maha Kuasa menakdirkan demikian, apa hendak dikata, semua harus diterima dengan hati sabar.

Namun tidak demikian halnya dengan keluarga Puwe Puwe, warga Kalimantan yang terlahir dalam keadaan cacat. Dia lahir ke dunia dengan kondisi tangan tidak sempurna.

Keluarganya tidak bisa terima dengan lapang dada. Puwe Puwe dipandang sebagai aib keluarga. Ia pun dikucilkan, meski saat itu masih kecil dan tidak mengerti kenapa ia dikucilkan.

Deritanya tak sampai di sana saja. Ia pun tak dimasukkan ke sekolah, meski teman-teman sebayanya sudah memakai seragam di tahun ajaran baru. Ia mau bertanya, kenapa dia saja yang tak sekolah. Namun ia tak bisa berbuat banyak untuk menentang keluarga.

Dadanya sesak dan tak bisa menahan senguk yang memenuhi rongga dadanya. Meski mengeluarkan seluruh daya upaya untuk menahan bulir air mata agar tak jatuh di pipinya, ia tetap tak kuasa mencegah ketika bulir bening itu menuruni pipinya.

Air matanya menganak sungai dengan guncangan di dada yang semakin kencang. Ia pun tak mempedulikan rasa asin yang singgah di bibirnya, pertanda airmata sudah masuk ke dalam mulutnya.

Puncak dari kesedihannya itu, membuat ia nekat keluar dari rumah dan memilih merantau ke Yakkum, Yogyakarta. Di kota pelajar ini, ia mencoba bertahan hidup dengan mengerjakan apa yang bisa dikerjakan agar bisa menghasilkan uang.

Tidak mudah baginya mendapatkan pekerjaan dengan kondisi fisik seperti itu. Sudah tak terhitung orang yang menolak tawaran tenaga yang ia sodorkan.

Sampai akhirnya, ada orang baik yang menerimanya sebagai asisten rumah tangga. Ia pun merasa lega, karena kini sudah memiliki penghasilan untuk melanjutkan hidup.

Seiring waktu berjalan, ia pun menikah dengan seorang lelaki yang berjanji akan menerimanya apa adanya. Namun biduk rumah tangganya kandas, sehingga perceraian tak bisa lagi dihindarkan.

Ia kemudian memutuskan pulang kampung saja membawa kesedihan yang masih membekas dalam hatinya. Namun apa lacur, bukannya mendapatkan tempat untuk berbagi duka, ia malah kembali diusir keluarganya.

Rasa frustasi dan tak ingin melanjutkan hidup sempat terlintas dalam pikirannya. Untung akal sehatnya masih bekerja, saat melihat ada orang yang lebih tak beruntung dari dirinya, semangat hidup kembali membara dalam hatinya.

Ia pun memutuskan kembali ke Jakarta untuk bekerja di salah satu sanak saudara. Hingga satu hari, ia mendengar kabar akan dilaksanakannya pelatihan Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship (RISE) PT Maybank Indonesia Tbk, di Depok.

Ia melihat secercah harapan dan peluang bagi masa depannya. Tak berpikir panjang, ia pun mendaftarkan diri ikut pelatihan.

Setelah pelatihan RISE yang diadakan oleh PSC dan Maybank Foundation, ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebelumnya, karena ingin memiliki usaha sendiri. Pas pula saat itu momen menjelang Lebaran.

Ia kemudian mengambil uang tabungan untuk digunakan membeli kue kering kiloan. Kue itu kemudian ia kemas dengan kemasan yang menarik, lalu ia tawarkan dari rumah ke rumah dan juga melalui media sosial.

Usahanya membuahkan hasil dan pesanan mulai berdatangan. Jumlahnya lumayan banyak dan itu sangat membahagiakan hatinya.

Materi mengenai mindset shifting yang diberikan dalam pelatihan RISE, membuat dirinya mengerti kuatnya pengaruh pikiran untuk berubah. Materi FLIP pikiran menjadikan pikirannya lebih positif dan mampu untuk melihat peluang di setiap kesempatan.

Selain itu, program RISE ini juga menginspirasinya untuk bersama-sama memajukan difabel Indonesia. Cause ini mendorongnya untuk merangkul rekan-rekan sesama difabel, guna mengubah pikiran mereka menjadi

lebih positif dan memiliki semangat untuk maju. Harapannya, inspirasi yang ia dapatkan di pelatihan mampu ia tularkan kepada rekan-rekan sesama difabel.

 

Maybank Peduli Difabel

 

Tak hanya Puwe Puwe yang merasakan manfaat besar dari program RISE atau Program Pemberdayaan Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas dari Maybank. Masih banyak lagi penyandang disabilitas lainnya yang juga sukses berkat program ini.

Kisah mereka dibagikan Maybank di maybank.co.id, agar bisa diambil hikmah dan semangatnya oleh siapa saja. Tak hanya penyandang disabilitas tentunya, mereka yang normal juga bisa menjadikannya teladan bagi kesuksesan dirinya.

Mereka bisa berkata, ‘Jika penyandang disabilitas bisa sukses, tentu saya yang normal juga bisa sukses.’ Oleh karena itu, semangat ini harus dimasyarakat bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Sekilas Program RISE Maybank

 

Maybank Group, yakni Maybank Foundation bersama PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), meluncurkan program RISE dipusatkan di Yogyakarta, dipimpin Chairman Maybank Group dan Maybank Foundation Datuk Mohaiyani Shamsudin bersama Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, CEO Maybank Foundation Shahril Azuar Jimin, dan anggota Board of Trustee Maybank Foundation, masing-masing Datin Paduka Marina Mahathir, Dato’ V Danapalan dan Budhi Diyah Sitawati dengan disaksikan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Hadir juga Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas V.M. Tarihoran dan Kepala Kantor OJK Yogyakarta, Untung Nugroho, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto

RISE merupakan program pembinaan kewirausahaan (entrepreneur mentorship) dan keuangan kepada para penyandang disabilitas.  Program ini terdiri dari program pelatihan selama 3 (tiga) hari dan dilanjutkan dengan program mentoring terstruktur kepada para penerima manfaat selama 3-6 (tiga-enam) bulan.

Selama masa pelatihan, para peserta penyandang disabilitas akan dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset) dalam mengelola usaha. Kemudian dalam program mentoring, para peserta akan didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha.

Program RISE bertujuan membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha para penyandang disabilitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.  Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain.

Termasuk masyarakat marjinal sehingga dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya.  Dalam pelaksanaan program ini, Maybank Foundation dan Maybank Indonesia dibantu People Systems Consultancy.

Pada awalnya, program RISE dilaksanakan di Malaysia sejak September 2014 dan berhasil mencapai kesuksesan, dengan membukukan 411,7% rata-rata kenaikan pendapatan dari 40 peserta terbaik dalam periode 6 (enam) bulan yang berakhir April 2015.  Pada saat itu, program RISE telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di Malaysia kemudian pada 2016 mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina.

Chairman Maybank Group Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan,  “Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas berdikari, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services.

Program ini juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran United Naitons Sustainable Development Goals yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi kesenjangan.”

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria mengatakn, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility Maybank Indonesia.  Selaras dengan misi perusahaan humanising financial services, Maybank Indonesia secara konsisten memberikan perhatian kepada individu maupun komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan semangat pantang menyerah, percaya diri serta meningkatkan keterampilan hingga meningkatkan kapasitas usaha untuk mencapai masa depan yang mandiri dan sejahtera melalui program RISE.

“Kami berharap program ini dapat membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya,” katanya.

Di Indonesia, proyek percontohan (pilot project) program RISE dilaksanakan kepada 211 penyandang disabilitas di Jakarta dan Yogyakarta pada 2016.  Serangkaian program pelatihan kemudian dilakukan selama 2017 kepada 94 penyandang disabilitas di Bali, 119 penyandang disabilitas di Tangerang dan 110 penyandang disabilitas di Bogor serta pada 2018 kepada 55 penyandang disabilitas di Yogyakarta serta 99 penyandang disabilitas di Malang.

Dari pelaksanaan pilot project hingga pelaksanaan program yang ditargetkan selesai pada 2019, diproyeksikan untuk menjangkau total 2.200 penerima manfaat di Indonesia.

“Sekalipun program ini akan berakhir pada 2019 tetapi saat ini kami sedang mempersiapkan keberlanjutan dari program ini agar nantinya tercipta role model entrepreneur dari kalangan penyandang disabilitas sehingga dapat memacu rekan-rekan lainnya untuk terus berjuang guna mencapai cita-cita yang mereka inginkan,” jelas Taswin.

Berdasarkan survei Nottingham University, dari awal implementasi program hingga Juli 2017, sebanyak 40% peringkat terbaik dari penyandang disabilitas yang mengikuti program ini, telah berhasil memulai atau meningkatkan kapabilitas usaha hingga 351,8%.

Dalam implementasi tahap awal, program RISE Maybank Foundation ini telah mendapat pengakuan sebagai inisiatif yang memiliki potensi yang besar untuk membuat perubahan pada kehidupan kaum marjinal.  Pengakuan ini tercermin dari program RISE yang berhasil meraih penghargaan Silver Medal untuk Corporate Social Responsibility (CSR) pada The Global CSR Summit & Awards 2016.

Sementara beberapa waktu lalu, program RISE yang berlangsung sejak 26 Juli 2016 di 15 kota, yakni Jakarta, Yogyakarta, Bali, Tangerang, Bogor, Malang, Medan, Makassar, Depok, Solo, Magelang, Bandung, Lombok, Surabaya, dan Bekasi, juga berlangsung sukses. Diharapkan program ini berlanjut di masa depan, sehingga makin banyak yang merasakan manfaatnya.

Tak hanya di 15 kota ini saja, hendaknya juga menyentuh sampai keseluruhan kota yang ada di Indonesia. Mereka yang sudah sukses dalam program RISE, tentunya bisa berbagi pengalaman dan menjadi mentor bagi para peserta baru. Pada akhirnya, penyandang difabel tidak lagi menjadi beban keluarga, bahkan bisa menjadi penopang ekonomi keluarga.

 

Tentang Maybank Indonesia

 

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia” atau “Bank”) adalah salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia yang merupakan bagian dari grup Malayan Banking Berhad (Maybank), salah satu  grup penyedia layanan keuangan terbesar di ASEAN.

Sebelumnya, Maybank Indonesia bernama PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) yang didirikan pada 15 Mei 1959, mendapatkan ijin sebagai bank devisa pada 1988 dan mencatatkan sahamnya sebagai perusahaan terbuka di bursa efek Jakarta dan Surabaya (sekarang telah merger menjadi Bursa Efek Indonesia) pada 1989.

Maybank Indonesia merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan regional maupun internasional Grup Maybank. Maybank Indonesia menyediakan serangkaian produk dan jasa komprehensif bagi nasabah individu maupun korporasi melalui layanan Community Financial Services (Perbankan Ritel dan Perbankan Non-Ritel) dan Perbankan Global, serta pembiayaan otomotif melalui entitas anak yaitu WOM Finance untuk kendaraan roda dua dan Maybank Finance untuk kendaraan roda empat.

Maybank Indonesia juga terus mengembangkan layanan dan kapasitas E-banking melalui Mobile Banking, Internet Banking, Maybank2U (mobile banking berbasis internet banking), MOVE (Maybank Online Savings Opening) dan berbagai saluran lainnya.

Per 31 Desember 2017, Maybank Indonesia memiliki 407 cabang termasuk cabang Syariah dan kantor fungsional mikro yang tersebar di Indonesia serta dua cabang luar negeri (Mauritius dan Mumbai, India), 19 Mobil Kas Keliling dan 1.606 ATM termasuk CDM (Cash Deposit Machine) yang terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM tergabung dalam jaringan ATM PRIMA, ATM BERSAMA, ALTO, CIRRUS dan terhubung dengan 3.500 ATM Maybank di Singapura, Malaysia dan Brunei.

Hingga akhir tahun 2017, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp121,3 triliun dan memiliki total aset senilai Rp173,3 triliun.

 

Program RISE Berkelanjutan

 

Program RISE hendaknya menjadi program berkelanjutan, dengan pengembangan di masa datang. Jika makin banyak penyandang disabilitas yang memiliki usaha, tentunya bisa menjadi peluang bagi Maybank untuk terlibat lebih banyak.

Maybank bisa menyatukan produk mereka dalam satu website, untuk dipasarkan secara online. Konsumen yang berminat membeli dengan menggunakan produk keuangan dari Maybank, bisa memperoleh poin dan bonus berupa voucher belanja.

Poin bisa digunakan untuk belanja lagi ataupun hadiah menarik yang disediakan Maybank. Cara ini, akan memberikan dampak bisnis bagi Maybank dan membuat alumni program RISE tetap terhubung dan dibina, walau dimanapun berada.

Mereka tentunya juga bisa menjadi bagian dari Maybank di stand promosi produk CSR Maybank. Makin banyak yang kenal usaha mereka, tentu makin menguntungkan Maybank.

Apalagi jika para alumni program RISE memberikan diskon menarik pada yang punya kartu Maybank. Hal ini akan membuat konsumen merasa lebih baik menggunakan kartu Maybank saja saat transaksi, karena ada diskon, poin, dan juga bonus.

Pada akhirnya program RISE sebagai bagian CSR Maybank, bisa memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bisnis perusahaan di masa datang. Jika awalnya hanya berniat sosial, hasilnya adalah keuntungan bisnis yang membahagiakan perusahaan. Jayalah program RISE Maybank, aaamiinnn… (*)

Loading...