Prof. Diana Kartika: Mengabdi Langkah Awal Mencerdaskan Genarasi Muda

  • Whatsapp

PADANG – Diamanahkan sejak 2016 hingga 2020 sebagai Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Prof. Dr. Dra. Diana Kartika terbukti berhasil menutup pengabdiannya tanpa cacat.

Pantauan topsatu.com, Selasa (4/8), dengan senyum bahagia, Prof. Diana yang juga dikenal sebagai Angelina Jolie UBH ‘Mami‘ itu melepas dan memindahkan amanah yang lebih dari 4,5 tahun ia jaga kepada rekannya Dr. Ir. Hidayat.

Sepanjang pengabdiannya, Mami telah mencatatkan banyak sejarah dengan segudang program dan prestasi sehingga membawa UBH semakin eksis di mata dunia pendidikan.

Bahkan, Prof. Dr. Diana Kartika yang merupakan dosen PNS LLDikti yang homebasenya di Prodi Sastra Jepang UBH ini juga merupakan Ketua Forum Komunikasi LLDIkti Wilayah X, sehingga ia sudah dikenal oleh Para Wakil Rektor III di PTS dan PTN ternama di Indonesia.

Namun pengabdiannya untuk mewujudkan UBH dikenal lebih luas lagi harus terhenti sampai disini karena surat keputusan Rektor Univ Bung Hatta Prof. Tafdil Husni yang homebase Dosen Unand.

“Perlu banyak dilakukan pengembangan pada seluruh bidang penalaran dan keilmuan, minat bakat, organisasi, kesejahteraan mahasiswa, kewirausahaan dan pengabdian masyarakat,” katanya Selasa (4/8) di Kampus UBH, Ulak Karang, Padang.

Ditambahkannya, pengembangan kemahasiswaan juga sangat penting dilakukan berupa peningkatan mutu yang diharapkan mendukung prestasi di bidang akademik yang berujung kepada peningkatan akreditasi program studi.

“Oleh sebab itu, prestasi kegiatan mahasiswa harus seimbang antara semua bidang. Disamping itu, kegiatan kemahasiswaan juga akan memperoleh prestasi yang lebih tinggi dalam berbagai lomba dan kejuaraan,” kata Mami saat menyampaikan memori akhir jabatan Wakil Rektor III Masa Bakti 2016 – 2020 itu.

Ditambahkan, untuk mencapai semua keberhasilan bidang kemahasiswaan dan untuk mendukung keberhasilan dibidang akademik tersebut, maka diperlukan peningkatan anggaran.

“Tujuannya, anggaran itu akan dapat digunakan untuk peningkatan sarana prasarana, pelatihan, keikutsertaan dalam berbagai lomba, sehingga dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi. Pembinaan dan pendampingan terhadap kegiatan kemahasiswaan penting dan untuk itu perlu dilanjutkan dengan cara Commitment top management, Developing system, Creating ecosystem, Transforming culture dan Policy/regulasi,” ungkapnya.

Prof. Diana semasa diamanahkan sebagai WR III berhasil membuat dan mengembangkan website bidang kemahasiswaan, SOP kemahasiswaan, program keuangan, merevisi peraturan tentang kemahasiswaan yang terakhir direvisi pada tahun 2008.

Kendati tak lagi menjabat sebagai WR III, Prof. Diana Kartika akan tetap mengabdi dan akan lebih fokus  sebagai guru besar di Prodi Sastra Jepang UBH.

Seorang profesor identik dengan kaca mata tebal dan berpenampilan jaman dulu (Jadul). Namun stigma itu berhasil ditepis Angelina Jolie-nya Univeristas Bung Hatta, Padang peraih gelar guru besar pertama di Sumatera bidang Pendidikan Bahasa Jepang itu. Perempuan tangguh dengan segudang prestasi dan kesibukan.

“Mengabdi, adalah langkah awal saya untuk mencerdaskan genarasi muda. Saya juga ingin mahasiswa merasakan bisa singgah keberbagai negara dengan ilmu pengetahuan dan kerjakeras dan kesempatan,” katanya.

Gelar Profesor Diana Kartika tertuang dalam Nomor SK: 1727/A3/KP/2020 tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (Mat)

Pos terkait