PADANG-Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kebutuhan vitamin D di dalam tubuh seseorang, Prodia bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia Cabang Padang mengadakan One Day Symposium “ Vitamin D In Maternal and Children Health”.
Simposium ini berlangsung di Hotel Inna Muara Padang, Sabtu (11/8).Hadir sebagai narasumber Prof. Dr.dr. Yusrawati Sp.OG (K) yang memaparkan seputar “ Vitamin D Deficiency in Pregnancy and its Impact on The Fetus” serta dr. Eka Agustia Rini, Sp.A (K) yang memaparkan “Kepentingan Vitamin D Pada Anak Dan Gangguannya”. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Prodia Cabang Padang Tri Anissa Irsan dan dibuka oleh ketua IDI cabang padang DR. Dr Afriwardi SpKO,MA yang diwakili oleh dr Eifel Faheri SpPD.KHOM
bersama Kepala Prodia Cabang Padang Tri Anissa Irsan.
Menurut data penelitian pada tahun 2015, sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia diperkirakan mengalami kekurangan vitamin D karena kurangnya paparan sinar matahari. Dalam jumlah ini, terdapat persentase anak-anak mengalami kekurangan vitamin D. Berdasarkan sebuah penelitian, kekurangan vitamin D pada anak meningkat 200% pada 5 tahun terakhir. Hasil studi lain yang dilakukan di Jakarta, 10% ibu hamil mengalami kekurangan vitamin D.
Kondisi di atas yang melatarbelakangi Prodia menyelenggarakan simposium tersebut. Faktor lain penyebab kurangnya vitamin D pada masyarakat karena kurangnya edukasi masyarakat khususnya para ibu, akan pentingnya pemenuhan vitamin D dalam tubuh, terutama pada anak-anak.
Vitamin D, the sunshine vitamin, adalah prohormon steroid larut lemak yang banyak berperan dalam menjaga kesehatan agar tetap optimal. Sekarang manfaatnya tidak hanya untuk menjaga kesehatan tulang tetapi juga dapat mengurangi terjadinya berbagai risiko penyakit kronis termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe-2, kanker dan penyakit infeksi lainnya seperti infeksi saluran pernafasan, influensa dan tuberkulosis.
Prof. Dr. dr. Yusrawati mengatakan beberapa ibu hamil masih belum memahami pentingnya kecukupan vitamin D dalam tubuh mereka ketika mengandung.
“Melihat kejadian ibu hamil yang mengalami defisiensi vitamin D sebenarnya berbahaya sekali. Hal ini dapat memengaruhi tumbuh kembang calon bayi, baik pertumbujan tulang, saraf, serta pembentukan imunitasnya. Apalagi pada trimester pertama. Para ibu hamil perlu memerhatikan kecukupan gizi dari sebelum hamil,pada masa kehamilan dan pada masa balita
kecukupan vitamin D mereka pada masa itu,” tuturnya.
dr. Eka menambahkan bahwa kekurangan vitamin D berakibat buruk pada pertumbuhan anak. “Anak-anak pada masa pertumbuhan khususnya sangat membutuhkan vitamin D dalam dosis yang cukup/ sesuai. Hal ini baik bagi pertumbuhan tulang mereka sehingga tumbuh sempurna dan kuat, pada gigi juga sama, anak-anak dengan kecukupan vitamin D cenderung lebih mudah tumbuh gigi dibanding mereka yang kekurangan vitamin D. Pada otot mereka juga berpengaruh,” ungkapnya.
Prof. Dr. dr. Yusrawati dan dr. Eka mengimbau para orang tua agar benar-benar memerhatikan kecukupan gizi anak serta kecukupan vitamin D bagi anak. Vitamin D dapat diperoleh dari makanan seperti susu, kuning telur, salmon, udang, dan lain-lain. Terutama vitamin D didapatkan dari ultraviolet.
Dalam sambutannya Kepala Prodia Cabang Padang Tri Annisa juga mengungkapkan saat ini Prodia memiliki pemeriksaan vitamin D yang dapat digunakan masyarakat untuk memantau kecukupan vitamin D dalam tubuhnya.
“Di Prodia kami memiliki pemeriksaan D25-OH yang bermanfaat dalam menilai status Vitamin D seseorang sehingga kondisi kekurangan Vitamin D dapat dicegah bahkan diatasi segera. Jangan sampai kita menunggu gejalanya muncul tetapi akan lebih baik jika kita memeriksakannya sejak dini,” ujarnya.
Saat ini, Prodia juga telah memiliki Kontak Prodia dengan nomor 1-500-830. Melalui Kontak Prodia, pelanggan dapat secara langsung terhubung dengan Prodia sehingga pelanggan dapat secara langsung mendapatkan jawaban atas informasi yang dibutuhkan dengan segera. Hal ini dilakukan agar Prodia senantiasa dekat dengan pelanggan.
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.
Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.
Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA” . Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.
Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 288 outlet, termasuk 141 laboratorium klinik, di 33 provinsi dan 121 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’ s Health Centre (PCHC), Prodia Women’ s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).












