PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Gelontorkan Bantuan Bagi Masyarakat

  • Bagikan
Presiden Jokowi saat memimpin Ratas dari Istana Merdeka, Rabu (3/6). (Foto: Humas/Agung)

PADANG – PPKM Darurat resmi diperpanjang hingga Minggu 25 Juli 2021. Kepastian itu diumumkan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) Selasa (20/7/2021).

Warga negara dihimbau untuk tidak panik, pasalnya untuk membantu masyarakat yang terdampak pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp55,21 Triliun.

Informasi yang berhasil dihimpun, langkah diperpanjangnya PPKM Darurat kembali diambil untuk menekan laju kenaikan kasus postif Covid-19.

“Langkah ini untuk menuju Indonesia herd imunity,” kata Jokowi.

Dalam keterangan tertulisnya, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa penerapan PPKM Darurat yang dimulai tanggal 3 Juli 2021, adalah kebijakan yang tidak bisa hindari dan harus diambil pemerintah meskipun sangat berat.

Langkah ini dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19, dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit.

Dengan langkah antisipasi berupa PPKM Darurat, diharapkan tidak akan membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien Covid-19, serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya.

“Alhamdulillah, kita bersyukur, setelah dilaksanakan PPKM Darurat pertama, terlihat dari data, penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan,” ujar Jokowi.

Melihat perkembangan ke arah yang lebih baik itu, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pelaksanaan PPKM Darurat.

Pemerintah selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM Darurat.

“Karena itu, pemerintah berjanji jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap,” kata Jokowi.

Pembukaan bertahap yang dimaksud presiden adalah akan dibukanya pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari.

Rencananya akan diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

“Pembukaan Pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah,” sebutnya.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.

“Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit. Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan, akan dijelaskan terpisah,” jelasnya.

Orang nomor satu di NKRI itu meminta kepada semua lapisan masyarakat bekerjasama dan bahu membahu untuk melaksanakan PPKM dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun.

Untuk itu, semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan sedini mungkin.

“Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan gejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket,” ujarnya.

Bantuan Sosial

Bicara soal bagaimana dengan bantuan untuk masyarakat yang terdampak?

Jokowi menjelaskan bahwa untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak, pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp55,21 Triliun yang diperuntukkan untuk bantuan tunai berupa sembako, kuota internet dan subsidi listrik.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar sebesar Rp1,2 juta untuk sekitar 1 juta Usaha Mikro.

“Saya sudah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan Bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak,” ujar Joko Widodo.

Terakhir, presiden mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa, untuk bersatu padu melawan Covid-19 ini.

“Dengan usaha keras kita bersama, Insya Allah kita bisa segera terbebas dari Covid-19. Dan kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal.(***)

  • Bagikan