Positif Covid-19 di Kota Solok Tambah15 Kasus

  • Whatsapp
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok, Syaiful.(oky)

 SOLOK – Positif Covid-19 di Kota Solok bertambah 15 kasus, Minggu (2/5). Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok H. Syaiful A menginformasikan, penambahan kasus positif Covid-19  ini berdasarkan laporan hasil pemeriksaan sampel yang dikirim oleh Posko Covid-19 Banda Panduang ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Diantaranya. Ny. OMS, usia 24 tahun, warga jalan pandan Kelurahan KTK (Pasien 983). Yang bersangkut demam, batuk, pilek, anosmia sejak tanggal 25 April lalu. 

Kemudian Ny. DKA, usia 34 tahun, warga Kelurahan Tanah Garam (Pasien 984). Tn . BP, usia 35 tahun, anggota polri, warga Kelurahan simpang rumbio (Pasien 985). 

Read More

 Tn. AM, usia 23 tahun, warga Tanah Garam (Pasien 986). Tn. RAF, usia 26 tahun, mahasiswa warga Tanah Garam (Pasien 987). Tn. MI, usia 26 tahun, warga Tanah Garam (Pasien 988). 

Ny. YH, usia 58 tahun, warga Tanah Garam (Pasien 989). Tn. J, usia 64 tahun, warga Tanah Garam (Pasien 990). Nn. KSS, warga Tanah Garam (Pasien 991). 

Tn. AM, usia 25 tahun, warga Tanjung Paku (Pasien 992).  Tn. FS, usia 26 tahun, warga Kelurahan Nan Balimo (Pasien 993). Ny. A, usia 39 tahun, warga Kampung Jawa (Pasien 994).  

DF, usia 14 tahun, warga Kampung Jawa (Pasien 995). Nn.  AM, 21 tahun, warga KTK (Pasien 997). Ke 14 warga Kota Solok diatas diisolasi mandiri di rumah  masing-masing, kecuali   Ny. T, usia 51 tahun, IRT, warga VI Suku (Pasien 996). Saat ini menjalani isolasi di RST Solok. 

Dengan penambahan 15 kasus tersebut,  positif Covid-19 di Kota  Solok 1.000 kurang atau 997 kasus,. Sementara yang sembuh 877  orang, isolasi di RSUD M Natsir, dua orang, isolasi di RST, enam orang, isolasi mandiri, 94 orang dan meninggal 18 orang. 

Melihat perkembangan kasus terkonfirmasi positif setiap hari selalu ada, atas nama Pemerintah Kota Solok dan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terus mengimbau untuk tidak lengah dan abai dengan protokol kesehatan. (wan/oky)

Related posts