AGAM,- Agam harus tampil di Porprov. Bukan sekadar hadir, tapi hadir untuk menang dan mengharumkan nama daerah.
Kunci pertama ada di Pengcab. Lepaskan ego sektoral. Duduk satu meja, saling berkolaborasi. Cabor unggulan butuh sparring partner, sharing pelatih, dan pembinaan bersama. Kalau jalan sendiri-sendiri pemborosan, kalau bareng-bareng hasilnya lebih besar dan efisien.
Kunci kedua ada di KONI. Di bawah kepemimpinan Caretaker Ketua KONI Agam, Revdi Syahputra , KONI harus jadi fasilitator utama. Mengawal dan memastikan semua Cabor Agam bisa ikut Porprov. Koordinasi intens dengan Pemkab Agam wajib jalan dari sekarang, terutama soal dana, akomodasi, transportasi, dan seluruh kebutuhan kontingen. Jangan sampai atlet sudah latihan keras tapi terhambat urusan administrasi.
Dan di sinilah peran Pemkab dan Bupati sangat menentukan. Dispapora harus serius menyiapkan anggaran yang jelas, rinci, dan cair tepat waktu. Bupati perlu memberikan jaminan politik bahwa pencairan dana Porprov tidak akan jadi polemik regulasi dan hukum di tengah jalan. Buat payung hukumnya sejak awal: SK, Juknis, mekanisme pertanggungjawaban diperjelas. Kalau regulasi sudah aman, Pengcab bisa fokus melatih, bukan sibuk urus surat.
Terakhir, untuk para atlet Agam, ini panggung kalian. Bersiaplah. Kejar medali, kejar hadiah dan bonus, itu hak kalian. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah satu harumkan nama Agam.
Singkatnya: Pengcab kolaborasi, KONI memfasilitasi, Pemkab menjamin, Atlet berjuang.
Dengan 4 pilar ini, Agam tidak hanya ikut Porprov. Agam datang untuk menorehkan prestasi. (MK)












