Polresta Bukittinggi Dalami Kasus Perampokan Miliaran Rupiah

  • Whatsapp
Kapolres Bukittinggi. AKBP Arly Jembar Jumhana terlihat keluar dari ruangan Satreserse kriminal Polres Bukittinggi untuk memantau langsung penanganan kasus perampokan itu oleh anggotanya.(asrial gindo)

BUKITTINGGI-Para korban perampokan uang milik Bank Mandiri Syariah (BSM) Cabang Pembantu Aur Kuning Bukittinggi masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Bukittinggi, Selasa (5/6).

Ke tiga orang korban yakni Hendra (staf BSM), Jakfar Sinaga (security) dan Sardi (sopir) menjadi korban perampokan ketika mengantarkan uang sebesar Rp3,5 milyar ke Bank Nagari Payakumbuh.

“Saat ini ketiga korban masih dimintai keterangan sebagai saksi oleh Satreskrim Polres Bukittinggi terkait perampokan yang mereka alami, saat mengantarkan uang milik BSM ke Bank Nagari Payakumbuh,”kata Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana kepada wartawan di Mapolres Bukittinggi,Selasa (5/6).

Menurut Arly, pihak kepolisian akan berusaha untuk mengungkap kasus perampokan itu secepatnya, karena petugas terus mendalami kasus itu dengan mengorek keterangan dari korban.

Selain itu dalam menangani kasus itu pihaknya juga sudah dibantu oleh Ditreskrim Polda Sumbar dan Polres Payakumbuh.

“Kasus ini sangat menonjol karena kerugiannya sangat besar sehingga untuk menanggani kasus ini Polres Bukittinggi di backup oleh Polda Sumbar dan Polres Payakumbuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, agar kasus serupa tidak terulang, pihaknya juga sudah membuat surat himbauan kepada pihak perbankan supaya lebih berhati hati dan meminta pengawalan dari pihak kepolisian jika membawa uang dalam jumlah besar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Rahmad Natun mengatakan, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari BSM. Terkait dengan pengiriman uang tanpa pengawalan polisian. Menurut Rahmad Natun pihak bank swasta jika mengirimkan uang dibawah Rp5 milyar boleh dilakukan pengawalan dan boleh tidak dikawal.

“Dari keterangan pihak BSM jika mengirimkan uang dibawah Rp5 milyar boleh dikawal boleh tidak. Namun pada kasus ini pihak BSM telah mengasuransikan uangnya di asuransi Japindo,” ungkapnya.

Salah seorang keluarga korban yang enggan ditulis namanya mengatakan, dari cerita adiknya yang bekerja di BSM Aur Kuning selama ini pihak BSM Aur Kuning sangat lalai terhadap keamanan.

“Dari cerita adik saya, pihak BSM sangat lalai dan menganggap enteng pengawalan. Pada kasus kemaren adik saya menjadi korban jika ada pengawalan dari pihak kepolisian mungkin kasus ini tidak akan terjadi,” katanya.

Sementara Kapala BSM Cabang Bukittinggi maupun Kepala BSM Cabang pembantu Aur Kuning belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi.

Satpam BSM Cabang Bukittinggi mengatakan, pimpinnaya sedang keluar sementara satpam BSM Cabang Pembantu Aur Kuning mengatakan pimpinannya belum bisa diwawancarai.

Pantauan wartawan di Mapolres Bukittinggi Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Erdi Adrimurlan Caniago bersama anggotanya telihat, untuk membantu Polres Bukittinggi dalam mengungkap kasus perampokan tersebut.

Bahkan Kombes Pol Erdi Adrimurlan Caniago juga telah menggelar pertemuan dengan Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jemhana guna membicarakan kasus tersebut. (asrial gindo)

 

Pos terkait