Polres Payakumbuh Tangkap Pelaku Penipuan Jual Batu Delima Palsu

  • Whatsapp
Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan menyampaikan keterangan pers. (tns)

PAYAKUMBUH – Satreskrim Polres Payakumbuh menangkap dua pelaku penipuan dengan modus menjual batu merah delima palsu yang sering beraksi di wilayah Payakumbuh dan sekitarnya.

Kedua tersangka tersebut adalah DM (33), warga Nagari Sarilamak dan GY (40) warga Nagari Tarantang.

Bacaan Lainnya

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap petugas pada Selasa (26/5) berserta barang bukti berupa 1 batu merah delima palsu, 1 buah kendi kecil tempat penyimpanan batu merah delima, 1 sepeda motor dan 2 HP.

Kepada petugas DM mengaku mereka beraksi dengan cara bersandiwara pura-pura tidak saling kenal. DM bertugas menawarkan batu merah delima kepada korban, sedang Gusma berperan sebagai masyarakat yang pura-pura ingin membeli.

“Gusma juga berperan meyakinkan korban bahwa batu tersebut berharga mahal, memiliki kekuatan mistis dan banyak khasiatnya,” kata AKBP Dony didampingi Kasat Reskrim AKP M. Rosidi dan Kanit Tipiter Ipda Fika Putri dalam releasenya melalui online, Selasa (25/5).

Lanjut Kapolres Payakumbuh, keduanya sempat meyakinkan kepada korban seolah-olah batu tersebut asli, yakni dengan cara ditekan dengan dua jari dan dimasukkan ke dalam air.

Sementara, Dede menyampaikan, kedua batu merah delima palsu tersebut menyala apabila ditekan dengan dua jari ataupun bila dimasukkan ke dalam air, karena di dalamnya ada baterai.

AKBP Dony menuturkan, kedua pelaku tersebut sebelumnya telah 4 kali berhasil melakukan penipuan dengan modus tersebut, di antaranya di Masjid Muhammadiyah Kota Payakumbuh, Rumah Sakit Umum Adnaan WD Kota Payakumbuh, di Halte Ngalau Koto Nan IC Kota Payakumbuh, dan Pasar Padang Luar Kabupaten Agam.

“Dari empat TKP tersebut, pelaku berhasil membawa kabur barang milik korban berupa handphone, uang tunai dengan total 10 juta Rupiah dan cincin emas,” terangnya.

Kapolres berpesan, agar masyarakat untuk selalu mewaspadai modus seperti ini dan berhati-hati berinteraksi dengan orang yang baru dikenal, serta jangan mudah diperdaya. (tns/arief)

Pos terkait