PKS Perlu Mempertimbangkan Kepentingan Sumbar Jangka Panjang

  • Whatsapp
PKS. (*)

Melihat fenomena Pilgub Sumbar dan partai politik yang bakal mengusung calon saat ini, PKS mesti mempertimbangkan kepentingan Sumbar untuk jangka panjang.

Karena melihat hasil survey dari PKS saat ini, ada dua kandidat gubernur Sumbar yang sangat mencolok serta cukup dikenal dan punya masa.

Baca Juga

Mahyeldi atau biasa dipanggil Buya, memiliki cukup tinggi hasil surveynya. Dan Riza Falepi yang merupakan Walikota Payakumbuh memiliki banyak prestasi, juga memiliki elektabilitas yang terus menanjak setiap waktu.

Meski belum bisa melewati hasil survey Mahyeldi, namun trend positif ditunjukan dengan makin naiknya hasil surveinya. Kalau dianalisa, pemilih PKS relatif solid maka salah satu yang ditunjuk partai ini diperkirakan akan bisa memenangkan kostelasi Pilgub.

Hal itu disebabkan sebagian besar suara yang lain, akan pindah pada yang ditunjuk partai. Jadi, baik Mahyeldi maupun Riza Falepi, memiliki peluang menang jika dijumlahkan survey suaranya.

Pada kondisi inilah PKS harus memilih dengan bijak. Bijak dalam artian bahwa apakah PKS mementingkan kepentingan sekedar menang saja atau PKS ingin memenangkan rakyat Sumbar. Kalau sekedar menang, cukup PKS memilih dengan elektabilitas tinggi dan tidak perlu menimbang semua sisi.

Jelas keduanya berpeluang menang dengan alasan di atas. Tinggal bagaimana menimbang plus minus keduanya. Disinilah seninya mengelola perbedaan.

Sekaligus memberikan pemimpin yang mumpuni bagi rakyat Sumbar kedepannya. Karena sudah cukup lama rakyat Sumbar memerlukan pemimpin pekerja, yang bisa menaikkan kesejahteraan dan pendapatan ke level yang lebih tinggi. Semuanya merindukan itu, tapi sering malu-malu dalam mengungkapnya.

Beberapa hari yang lalu, ada pembicaraan hangat. Dan juga telah keluar tulisan komentarnya di Harian Singgalang, dua kali berturut-turut. Bahwa dicari gubernur yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi 7 persen. Ini artinya, calon gubernur harus memaksimalkan potensi yang ada. Secara kasat mata dibutuhkan gubernur yang dekat dengan investor atau bahasa lainnya memiliki akses pada sumber keuangan global.

Kita tidak pernah atau belum pernah merasakan pertumbuhan seperti Jepang, Korea, Taiwan dan Cina saat ini. Jangankan itu, bahkan seperti Malaysia atau Thailand saja tidak.

Sebuah ironi, tapi orang Sumbar seperti tak acuh dan sudah terbiasa. Sudah biasa bersama pemimpin yang bekerja biasa-biasa saja. Dan saking lupanya akan kebutuhan pemimpin yang bagus, maka akibatnya masyarakat sangat toleran dengan hadirnya pemimpin yang biasa-biasa saja.

Oleh karena itu, persoalan di atas harus bisa dijawab oleh PKS. Agar mampu memberikan arah yang jelas bagi kesejahteraan masyarakat. Slogan sejahtera sebenarnya sebuah cita-cita mulia, tapi kalau kita tanyakan pada sebagian kader PKS bagaimana mewujudkannya, jawaban kebanyakan masih kabur bagi kita yang awam untuk memahaminya.

Semoga calon pemimpin atau cagub PKS sudah bisa menerangkannya dengan baik. Dan yang lebih utama, cepat dirasakan rakyat dan tahu caranya untuk mewujudkannya. Jangan sampai tinggal slogan partai, sementara militansi kader harusnya diikuti kepahaman akan makna sejahtera yang diusung.

Pada titik inilah harusnya PKS memilih calon pemimpin. Bukan pada kapasitas ceramah semata, tapi minim kerja yang berprestasi. Apalagi ikut-ikutan pula menjajakan pencitraan berlebihan, sebagaimana beberapa calon kada yang lain. Tentu hal ini akan sama saja artinya PKS dengan yang lain.

Melihat dua calon gubernur Sumbar dari PKS saat ini, sebenarnya keduanya relatif berprestasi. Mahyeldi sebagai Walikota Padang tentu cukup banyak kemajuan di Padang dan yang diperbuatnya. Namun belakangan, banyak juga yang mengkritiknya.

Dan itu bisa kita lihat dengan objektif, mana yang kritik terlalu politis dan mana yang objektif. Latar belakang beliau adalah sarjana pertanian dengan modal sebagai Buya, sehingga cukup dikenal dan memiliki elektabilitas tinggi.

Sedangkan Riza Falepi sebagai alumni ITB, adalah satu-satunya kepala daerah yang prestasinya cukup moncer dalam beradu prestasi dengan Kota Padang sebagai ibukota propinsi. Sebagai Sarjana Teknik Elektro dan Pasca Sarjana Tekno Ekonomi ITB, Riza punya gaya kepemimpinan agak berbeda dengan sabagian pakem PKS.

Walaupun beliau walikota Payakumbuh dan bukan ibukota propinsi, namun dengan segala keterbatasan anggaran Payakumbuh sebagai kota kecil, mampu membuat gebrakan yang kadang semua orang jadi tercengang.

Terakhir dengan Mal Pelayanan Publiknya dan juga perbaikan sanitasi serta bedah rumah dan juga perbaikan lingkungan. Sehingga tidak ada lagi kawasan kumuh di Payakumbuh. Demikian juga pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan terbilang tinggi. Sehingga mampu menggenjot angka kemiskinan dan pengangguran yang turun dengan drastis.

Latar belakang Riza sebagai profesional di dunia keuangan dulunya, memiliki akses ke jaringan keuangan global, Dan hal ini sangat mungkin bermanfaat bagi Sumbar kedepannya. Manfaat yang melahirkan pertumbuhan tidak saja 7 persen, bahkan kalau bisa double digit. Dari sekian cagub, terlihat sosok Riza Falepi lebih jelas arah dan target kerja realistisnya. Jadi kalau diamanahi sebagai gubernur, bisa menyampaikan secara sistematis dan juga cara pendekatannya yang disukai masyarakat. Dan hal itu sudah terbukti di Payakumbuh.

Demikianlah, semoga saja PKS tidak seperti lagu An Roy yang berjudul Jangan Sampai Salah Menimbang. Karena melihat tingginya animo masyarakat pada PKS hari ini di Sumbar, bisa jadi peluang melanjutkan kepemimpinan pasca Irwan Prayitno terbuka lebar. Semoga PKS tidak salah menimbang siapa yang akan dimajukan dari salah satunya. Tertumpang di sana harapan rakyat. Untuk itu, jangan sampai rakyat mendapatkan pemimpin yang biasa-biasa saja. Semoga Sumbar menjadi propinsi termaju di Sumatra setidaknya, kalau tidak bisa mengalahkan Jawa dan Bali. (bule)

Rekomendasi